Tribun Makassar

Ditangkap Tim UPRC Angngaru, Pemuda di Makassar Diminta Copot dan Hancurkan Knalpot Bogarnya

Ditangkap Tim UPRC Angngaru, Pemuda di Makassar Diminta Copot dan Hancurkan Knalpot Bogarnya

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/MUSLIMIN EMBA
Muh Arfah (23) saat merusak knalpot bersuara bising di halaman Mapolres Pelabuhan Makassar, Selasa (25/5/2021) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jangan ugal-ugalan dan menggunakan knalpot bersuara bising jika tidak ingin bernasib sama dengan Muh Arfah (23).

Pemuda Jl Pannampu, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar itu ditangkap Tim Unit Patroli Reaksi Cepat (UPRC) Angngaru Polres Pelabuhan Makassar.

Ia ditangkap lantaran ugal-ugalan saat berkendara di jalan raya.

Tim UPRC Angngaru yang melakukan patroli rutin mendapati aksi Muh Arfah.

Ia pun dihentikan lalu diperiksa.

Rupanya, motor trail yang dikendarai selain menggunakan knalpot suara bising, juga tidak dilengkapi plat nomor.

Motornya pun diamankan lalu dibawa ke Mapolres Pelabuhan Makassar.

Sementara Muh Arfah diperbolehkan pulang, namun diminta membawa kelengkapan surat berkendaranya.

Begitu juga dengan plat nomor dan knalpot standar motor yang ditunggangi.

Saat kembali ke Mapolres Pelabuhan Makassar untuk mengambil motornya, Muh Arfah membawa surat berkendara.

Seperti, SIM dan STNK. Selain itu, ia juga membawa knalpot standar dan plat nomot motornya.

Sebelum motornya diserahkan kembali, Arfah yang didampingi keluarganya diminta untuk mencopot knalpot racing atau bogar yang terpasang pada motornya.

Tidak hanya mencopot knalpot seharga ratusan ribu itu, ia juga diminta polisi untuk menghancurkan knalpot suara bising tersebut.

Arfa pun pasrah dan menghancurkan knalpot racingnya itu.

Pantauan tribun-timur.com di lokasi, Selasa (25/5/2021) sore, Arfah tampak menumbuk knalpot motornya dengan batu berukuran tangan orang dewasa.

Knalpot itu pun penyok dan nyaris tidak lagi dapat digunakan.

Setelah knalpotnya rusak dan dipastikan tidak lagi dapat digunakan, ia lalu diperintahkan untuk memasang knalpot standar keluaran perusahaan motor tersebut.

"Kenapa kita suruh rusak, supaya knalpot itu tidak bisa lagi digunakan. Juga supaya dia (Arfa) paham bahwa kita polisi memang tidak ada permainan dalam hal penindakan knalpot suara bising," tegas Danru I UPRC Angngaru Polres Pelabuhan Makassar Aipda Wahyudi.

Usai memasang knalpot standar dan plat nomor, Arfa pun diperbolehkan membawa pulang motornya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved