Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Edukasi

5 Lagu Daerah Asal Jawa Tengah, Lengkap Lirik dan Maknanya

5 Lagu Daerah Asal Jawa Tengah, Lengkap Lirik dan Maknanya, Apa Saja Itu?

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
Kompas.com
Gundul-Gundul Pacul, Lagu Daerah Asal Jawa Tengah 

TRIBUN-TIMUR.COM - 5 Lagu Daerah Asal Jawa Tengah, Lengkap Lirik dan Maknanya

Lagu daerah adalah lagu yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan.

Lagu kedaerahan mirip dengan lagu kebangsaan, namun statusnya hanya bersifat kedaerahan saja.

Lagu kedaerahan biasanya memiliki lirik sesuai dengan bahasa daerahnya.

Lagu daerah atau musik daerah ini biasanya muncul dan dinyanyikan atau dimainkan pada tradisi-tradisi tertentu pada masing-masing daerah.

Baca juga: Tiga Senjata Tradisional Milik Sulawesi Barat

Baca juga: Mengenal Empat Alat Musik Tradisional Sulbar

Misal pada saat meninabobokkan anak, permainan anak-anak, hiburan rakyat, pesta rakyat, perjuangan rakyat, dan lain sebagainya.

Lagu kedaerahan biasanya merujuk kepada sebuah lagu yang mempunyai irama khusus bagi sebuah daerah.

Terdapat lagu-lagu kedaerahan yang telah menjadi popular diseluruh negara hasil penyiaran oleh radio dan televisi.

Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di Pulau Jawa.

Provinsi ini dikenal dengan kekayaan budaya yang salah satunya ditunjukkan lewat keberagaman lagu daerahnya.

Baca juga: Di Sulawesi Selatan Ada Badik, Daerah Kamu Apa? Yuk Kenali Senjata Tradisional di Indonesia

Baca juga: Saat Kapal Selam Tenggelam, Kenapa Awak Kapal Tidak Keluar dan Berenang Menyelamatkan Diri?

Ada banyak lagu daerah asal Jawa Tengah yang cukup terkenal dan populer di masyarakat Indonesia.

Apa sajakah itu? Berikut penjelasannya:

1. Gambang Suling

Mengutip dari buku Seri Lengkap: Lagu Wajib Daerah (2017) karya Tim Smart Voice, berikut lirik lagu Gambang Suling:

suling, ngumandhang swarane
Thulat-thulit, kepenak unine
Uuuunine mung nrenyuhake ba-
reng lan kentrung ke-
tipung suling, sigrak kendhangane

Gambang Suling diciptakan oleh Ki Nartosabdo. Secara garis besar, lagu tradisional ini bermakna tentang kekaguman pencipta lagu ini terhadap alat musik tradisional, yakni suling.

Hal ini terlihat dalam liriknya: “thulat-thulit, kepenak unine”.

Lagu tradisional ini juga menggambarkan keindahan suara alat musik suling. Umumnya, lagu Gambang Suling ini diiringi dengan Gamelan Jawa.

2. Gundul-Gundul Pacul

Berikut lirik lagu daerah Gundul-Gundul Pacul:

Gundul-gundul pacul-cul gembelengan
Nyunggi-nyunggi wakul-kul gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi dak ratan
Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan

Menurut Adi Suprayogi dalam Fenomena Lagu Dolanan “Gundul-Gundul Pacul” dalam Pendidikan Karakter Anak dan Ranah Sosial (2018), lagu Gundul-Gundul Pacul termasuk dalam tembang dolanan atau lagu mainan anak-anak.

Lagu daerah ini bermakna agar setiap orang senantiasa menjaga kejujuran, keluguan dan tidak boleh bersikap sombong.

Lagu ini juga mengajarkan agar manusia hendaknya tidak berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain sakit hati.

Selain bermakna untuk menjaga sikap, Gundul-Gundul Pacul juga bermakna agar memilih pemimpin yang selalu mengutamakan rakyatnya, tidak sombong dan menjalankan kewajiban dengan baik.

Hal ini terlihat pada penggunaan kata ‘gundul’ yang berarti kepala.

3. Cublak-Cublak Suweng

Dalam buku Kumpulan Terlengkap Lagu Daerah (2016) karya Tim Media Pusindo, berikut lirik lagu Cublak-Cublak Suweng:

Cublak-cublak suweng
Suwenge ting gelenter
Mambu ketudhung gudhel
Pak Gempong lera-lere
Sapa ngguyu ndelikake
Sir sir pong dele gosong
Sir sir pong dele gosong

Lagu daerah khas Jawa Tengah ini diciptakan oleh Sunan Giri, salah satu anggota Walisongo.

Cublak diartikan tempat, sedangkan suweng berarti perhiasan yang sering dikenakan perempuan Jawa.

Lagu Cublak-Cublak Suweng bermakna jika mencari harta janganlah dengan menuruti hawa nafsu. Namun, utamakanlah suara hati nurani.

4. Suwe Ora Jamu

Berikut lirik lagu Suwe Ora Jamu, lagu daerah khas Jawa Tengah dan DIY:

Suwe ora jamu
Jamu godhong tela
Suwe ora ketemu
Ketemu pisan gawe gela

Suwe ora jamu
Jamu sogo thunteng
Suwe ora ketemu
Temu pisan atine seneng

Lagu Suwe Ora Jamu bermakna tentang pertemuan yang terjadi setelah lama tidak bertemu.
Pertemuan ini sangat menyenangkan, sehingga dirasa kurang jika hanya bertemu sekali.

5. Lir Ilir

Berikut lirik lagu Lir Ilir:

Lir ilir, lir ilir
Tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
Cah angon-cah angon penelno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro kumintir bedhah ing pinggir
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yo surako
Surak iyo

Lagu daerah Lir-Ilir menggambarkan jika kehidupan sangatlah singkat.

Sebagai manusia, kita harus senantiasa mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadap Tuhan.

Lagu ini bermakna jika manusia harus menggunakan hidupnya sebaik mungkin dan selalu menggunakan kesempatan yang diberikan.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "https://www.kompas.com/skola/read/2021/05/24/135549969/5-lagu-daerah-di-jawa-tengah,".

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved