Breaking News:

KPK

Pertanyaan Kontroversi TWK KPK Pilih Pancasila atau Kitab Suci Dibongkar Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan membongkar isi tes TWK KPK kepada jurnalis senior Karni Ilyas.

Editor: Muh Hasim Arfah
tribunnews.com
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi membongkar isi TWK KPK kepada jurnalis senior Karni Ilyas dalam akun Youtube, Jumat (21/5/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM- Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi blak-blakan membongkar isi Tes Wawasan Kebangsaan atau TWK KPK kepada jurnalis senior Karni Ilyas.

Hal itu dia sampaikan dalam perbincangan dalam Youtube Karni Ilyas, dikutip Tribun Timur, Minggu (23/5/2021).

Novel Baswedan menyampaikan isi dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) tim penguji menyerang ranah pribadi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sehingga, informasi itu bukan bukan sekedar isu biasa.

Novel menganggap beberapa pertanyaan menyinggung SARA dan nilai-nilai keberagaman, akhirnya dibeberkan ke publik terkait drama di balik tidak lulusnya 75 pegawai KPK.

Novel Baswedan pegawai yang dinonaktifkan KPK buka-bukaan kepada jurnalis senior "Beliau ini lulusan Akpol bahkan sempat berkarier di kepolisian,” buka Karni Ilyas.

Baca juga: Usai Diselamatkan Presiden Jokowi dari TWK KPK, Novel Baswedan Bahas Korupsi Bansos Covid Rp 100 T

"Masuk Akpol, salah satu yang dites itu, tentulah kebangsaan dalam pendidikan pun penekanannya pasti ke sana seperti juga Akmil tapi kok bisa nggak lulus, apa saja sih yang ditanyakan?” tanya Karni Ilyas.

"Setelah usai ujian, kawan-kawan kan bercerita jadi saya tahu, kalau terkait saya, bagaimana sikap terkait UU nomor 19 tahun 2019 terkait revisi UU KPK, itu menguatkan atau melemahkan, saya jawab hal menguatkan apa dari UU tadi, kalau melemahkan banyak sekali," kata Karni Ilyas lagi.

“Nah kalau ke kawan-kawan lain, ada yang ditanya bagaimana jika kamu harus buka Jibab? kawan saya bicara, KPK tidak ada seperti itu, si penanya jawab lagi, 'Kalau kamu tolak kamu egois donk, mementingkan kepentingan pribadi daripada kepentingan negara',” seru Novel Baswedan mencontohkan.

“Lalu Kitab suci dengan Pancasila, pilih mana? Saya pikir Itu kan bukan dikotomi yang harus dipertentangkan ya. Lalu, kamu udah Nikah? mau gak Nikah sama saya? Itu kan melecehkan, kalau pegawai KPK saja digituin. Dari sini kawan-kawan ambil sikap ke Komnas Perempuan,"  lanjut Novel Baswedan.

"Ini Over sekali ya, kalau sampai dikatakan antara Kitab Suci atau Pancasila," timpal Karni Ilyas.

Baca juga: Novel Baswedan Bocorkan Korupsi Bansos Covid-19 Rp100 Triliun Bikin Warganet Usulkan Potong Tangan

Untuk mengetahui perlakuan yang diterima 75 Pegawai KPK tersebut, Novel Baswedan mengaku bahwa dirinya dan kawan-kawan menerima surat keputusan yang ditandatangani Firli Bahuri selaku pimpinan KPK.

 “Jadi memang kami mendapat surat keputusan yang ditandatangani oleh Pak Firli Bahuri yang di situ poinnya adalah hasil Tes Wawasan Kebangsaan dikatakan tidak memenuhi syarat,” kata Novel Baswedan.

“Tapi untunglah akhir pekan kemarin ada angin segar atau awal pekan ini dari Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa pegawai KPK itu tidak bisa dinyatakan diberhentikan atau hanya gara-gara Tes Wawasan Kebangsaan tadi,” kata Karni Ilyas.(*)

Baca juga: Debat Seru Ngabalin vs Hehamahua, Siapa Pernyataan Menyesatkan dan Aneh tentang Novel Baswedan dkk

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved