Breaking News:

Tribun Luwu

Pemkab Luwu dan PT MEU Perebutkan Retribusi Pasar Padang Sappa

Pihak PT MEU mengaku akan mengambil alih penarikan retribusi pedagang Pasar Padang Sappa.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/CHALIK
Surat PT Multi Engka Utama (MEU) ke Bupati Luwu. 

TRIBUNLUWU.COM, PONRANG - Retribusi Pasar Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), dipersoalkan PT Multi Engka Utama (MEU).

Pihak PT MEU mengaku akan mengambil alih penarikan retribusi pedagang Pasar Padang Sappa.

Menurut mereka, pasar tersebut merupakan domain dari pihak pengembang.

Sehingga Pemkab Luwu dinilai tidak berhak menarik retribusi di sana.

"Hampir setahun surat PT Multi Engka Utama yang dilayangkan ke Bupati Kabupaten Luwu Cq Kadis Perdagangan Kabupaten Luwu, namun sampai hari ini tidak ada balasan," kata Humas PT MEU, Andi Arrow, Minggu (23/5/2021) via rilis.

"Surat yang ditandatangani oleh Direktur PT Multi Engka Utama Abd Gaffar tertanggal 30 Juni 2020 dengan No. 037/VI/Mei/2020 perihal menghentikan sementara penarikan retribusi pada Pasar Padang Sappa," katanya.

Olehnya itu, kata Arrow, pihaknya akan mengambil alih penarikan retribusi di Pasar Padang Sappa yang selama ini ditarik atau dipungut oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Luwu.

"Kami tidak akan merugikan para pedagang atau para pelaku yang ada di Pasar Padang Sappa. Kami hanya meminta kepada pedagang atau para pelaku usaha yang melakukan aktivitas di sana untuk tidak lagi membayar retribusi kepada Bapenda," kata Arrow.

Sementara itu, Direktur PT MEU, Abd Gaffar mengaku dirugikan hingga puluhan miliar atas penarikan retribusi tersebut.

Sebab lahan seluas 24.600 meter persegi sudah dikontrak sejak 2004.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved