Breaking News:

Tribun Luwu Utara

Adnan Purichta Ichsan Utus Wakil Ketua Buka Muskab PMI Lutra, Siapa Penantang Indah?

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani diminta untuk kembali memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Luwu Utara.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
ist
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani membuka Muskab PMI Luwu Utara yang berlangsung di Aula La Galigo Kantor Bupati Luwu Utara, Minggu (23/5/2021). 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani diminta untuk kembali memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Luwu Utara.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PMI Sulsel, Syamsuddin Saenal saat menghadiri Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Luwu Utara digelar, Minggu (23/5/2021).

Saenal hadir di Kabupaten Luwu Utara menggantikan Ketua PMI Sulsel Adnan Purichta Ichsan.

Muskab PMI Luwu Utara berlangsung di Aula La Galigo Kantor Bupati Luwu Utara, Jalan Simpurusiang, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Minggu (23/5/2021).

"Jujur saja saya sampaikan, jika kami di PMI Sulawesi Selatan berharap ibu Indah kembali memimpin PMI Luwu Utara untuk lima tahun ke depan," kata Saenal.

Ia mengatakan, harapan itu bukan tanpa alasan.

Apalagi selama lima tahun terakhir ini, Indah dianggap sukses memimpin Kabupaten Luwu Utara.

"Ibu Indah ini menjadi perhatian, karena dia adalah perempuan namun gerakannya sangat luar biasa. Itu juga terbukti saat Luwu Utara ditimpa bencana alam banjir bandang, dia turun berjibaku di lapangan. Makanya kita harap dia (Indah) kembali memimpin," tuturnya.

"Bukan bermaksud untuk mengucilkan kader PMI lainnya, jika ada yang ingin silahkan. Tapi harapan kami di Sulsel seperti itu, jadi selamat ber-Muskab," sambung dia.

Sementara itu Indah Putri Indriani yang juga adalah Bupati Luwu Utara hadir membuka pelaksanaan Muskab.

"Terlepas apa yang disampaikan wakil ketua tadi, saya harapa muskab ini menghasilkan pemimpin yang bisa membawa PMI lebih baik lagi, terkhusus di Luwu Utara," kata Indah.

Luwu Utara lanjut Indah, adalah daerah yang rawan bencana.

Dari 166 desa dan tujuh kelurahan yang ada di Luwu Utara, 152 masuk dalam daerah rawan atau 80 persen.

"Ditambah lagi Luwu Utara ini daerah monsoon, hujan bisa terjadi sepanjang tahun. Kehadiran PMI kesigapan PMI saat terjadi bencana menjadi harapan masyarakat yang tertimpa musibah," tuturnya.

"Jadi setiap program kerja PMI juga harus menyesuaikan kondisi daerah. Seperti pada periode sebelumnya. Jadi sekali lagi, selamat bermusyawarah," tutup Indah.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved