Breaking News:

Soeharto

Detik-detik Menentukan Soeharto Buat Pidato Berhenti Jadi Presiden Sebelum Reformasi 1998

Hari ini, 21 Mei 2021 adalah peristiwa bersejarah reformasi didahului dengan pergantian kekuasaan dari presiden Soeharto ke BJ Habibie, 21 Mei 1998.

Editor: Muh Hasim Arfah
handover
Presiden Soeharto mengumumkan berhenti dari presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKR) setelah 32 tahun berkuasa di Istana Merdeka, DKI Jakarta, 21 Mei 1998 pukul 09.00 WIB. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Tribuners! masih ingat peristiwa bersejarah hari ini, 21 Mei 2021.

Yah! Hari ini tepat 23 tahun masa reformasi 1998.

Atau bisa dikatakan hari lahirnya Indonesia menjadi negara demokrasi seteleh Presiden RI ke-2, Soeharto mengundurkan diri.

Saat itu, 21 Mei 1998, Soeharto mengumumkan berhenti dari presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) setelah 32 tahun mendudukinya.

Pidato pengunduran diri Soeharto dibacakan di Istana Merdeka sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam pidatonya, Soeharto mengakui bahwa langkah ini dia ambil setelah melihat "perkembangan situasi nasional" saat itu.

Baca juga: KRI Nanggala Sudah Tua? Jenderal Asal Makassar M Jusuf Resmikan 39 Tahun Lalu Saat Era Soeharto

Tuntutan rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang, terutama permintaan pergantian kepemimpinan nasional, menjadi alasan utama mundurnya Soeharto.

"Saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden Republik Indonesia, terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari ini, kamis 21 Mei 1998," ujar Soeharto, dilansir dari buku Detik-detik yang Menentukan, Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi (2006) yang ditulis Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie.

Ternyata, ada cerita dibalik dipilihnya kata itu oleh Soeharto

Dalam tulisan yang diunggah website pribadinya, Mbak Tutut menceritakan momen saat Soeharto menyusun pidato pengunduran dirinya:

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved