Breaking News:

Tribun Polman

Bawa Parang, Ratusan Warga Geruduk Kantor Desa Lapeo Polman

Suasana mulai tegang ketika warga ingin menemui pengacara yang ditunjuk Hendra yang sementara berada di kantor desa tersebut.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Imam Wahyudi
Bawa Parang, Ratusan Warga Geruduk Kantor Desa Lapeo Polman
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Suasana tegang mewarnai Kantor Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (21/5/2021). Ratusan warga  berbondong-bondong datang dan memadati halaman kantor desa Lapeo, tidak jauh dari SMA Negeri 1 Campalagian.

TRIBUN-TIMUR.COM,POLMAN - Suasana tegang mewarnai Kantor Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (21/5/2021).

Ratuan warga  berbondong-bondong datang dan memadati halaman kantor desa Lapeo, tidak jauh dari SMA Negeri 1 Campalagian.

Bahkan ada beberapa warga terlihat membawa panjang.

Informasi diperoleh Tribun, warga marah karena lahan atau tempat tinggal mereka tiba-tiba diklaim oleh seseorang bernama Hendra dan menggugat kepemilikan tanah ke pengadilan.

Padahal lahan itu sudah dikuasai oleh warga secara turun temurun sejak ratusan tahun lalu.

Warga memaksa agar penggugat untuk mencabut gugatanya yang sementara bergulir di pengadilan.

Dimana, lahan yang diklaim di atasnya berdiri puluhan rumah warga Desa Lapeo.

Suasana mulai tegang ketika warga ingin menemui pengacara yang ditunjuk Hendra yang sementara berada di kantor desa tersebut.

Namun berhasil dihalau oleh aparat kepolisian yang sementara berjaga di lokasi.

"Untuk kejadian di Lapeo hanya kesalahpahaman saja, masalah perdata," ujar seorang polisi yang berjaga, Ipda Rahman.

Menurutnya, kejadian tersebut sudah selesai.

Warga sudah kembali ke rumahnya masing masing dengan tertib dengan damai.

Tidak sampai ada gesekan antara penggugat maupun tergugat (warga).

"Untuk kejadian di Desa Lapeo, sudah tida ada masalah antara tergugat dengan penggugat dan tidak ada pengancaman di kantor desa, " paparnya.

Ipda Rahman menjelaskan para warga datang ke kantor desa hanya untuk proses mediasi yang difasilitasi oleh pemerintah setempat .

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved