Breaking News:

Tribun Bantaeng

5 Terdakwa Kasus Pupuk Bersubsidi di Bantaeng Divonis Tiga Bulan Penjara

Kelima terdakwa telah divonis tiga bulan penjara oleh Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Bantaeng.

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM/ACHMAD NASUTION
Humas Pengadilan Negeri Bantaeng, Tri Winjas Satria. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Kasus penjualan pupuk subsidi secara ilegal di Kabupaten Bantaeng kini telah berakhir.

Dalam kasus tersebut, ditetapkan sebanyak lima terdakwa yang diadili antara lain, Rahmad, Sudirman, Hj. Sitti Dg. Ngasseng, Hj. Sina, Hj. Samsi dan Hariyadi.

Kelima terdakwa telah divonis tiga bulan penjara oleh Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Bantaeng.

"Dalam sidangnya sudah sampai pada putusan, lima terdakwa sudah divonis penjara selama tiga bulan penjara dipotong masa tahanan," kata Humas Pengadilan Negeri  Bantaeng, Tri Winjas Satria, kepada TribunBantaeng.com, Kamis, (20/5/2021).

Awalnya, polisi melakukan penyelidikan pada tahun 2021 menemukan sejumlah pupuk subsidi dengan berbagai jenis yang disimpan untuk diperjualbelikan oleh masing-masing terdakwa.

Sementara pada pedagang yang menjual pupuk subsidi secara resmi sudah kehabisan stok.

Pada saat dilakukan pemeriksaan, kelima terdakwa saat itu tidak mengantongi surat izin sebagai pengecer resmi.

Oleh kelima terdakwa, saat itu memperjualbelikan pupuk subsidi jenis UREA, NPK, ZA dan SP-36 dengan berat 50 kilogram per zak.

"Mereka melakukan kegiatan usaha perdagangan berupa memperjual belikan Pupuk Bersubsidi tanpa memiliki perizinan di bidang Perdagangan," ujarnya.

Namun, jumlah tersangka yang ditetapkan pihak kepolisian berbeda dengan terdakwa yang telah divonis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved