Breaking News:

VIDEO: Waduk Mengering Viral di Balikpapan, Masyarakat Khawatir Air Tiba-tiba Hilang

Harya menjelaskan, saat ini waduk yang dibangun dan dikelola oleh Pemkot Balikpapan tersebut dihentikan sementara operasinya.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Waode Nurmin
tangkapan layar YouTube
Video Viral Waduk di Balikpapan Tiba-tiba Mengering, Ini Penjelasannya 

TRIBUNTIMURWIKI.COM- Sebuah Video Viral di media sosial Facebook dimana rekaman peristiwa waduk yang tiba-tiba mengering di Kota Balikpapan ramai dibicarakan, Senin (17/5/2021).

Video berdurasi 39,08 menit ini diunggah oleh akun Facebook @Koran Balikpapan dan telah diputar sebanyak 3,4 juta kali dengan 18.000 komentar.

Dalam video tersebut, sejumlah petugas termasuk masyarakat berkumpul melihat fenomena mengeringnya waduk yang diketahui bernama Bendali Telagasasi.

Peristiwa ini jelas membuat resah masyarakat karena dikhawatirkan air yang tiba-tiba hilang ini justru menggenangi rumah-rumah masyarakat di sekitarnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda Harya Muldianto membenarkan peristiwa mengeringnya waduk Bendali Telagasari tersebut.

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan sementara petugas, diduga terjadi rembesan air waduk ke dasar tanah.

"Iya, tadi kami sempat diskusi dengan Pemerintah Kota Balikpapan, dengan Kadis PU Balikpapan. Dari hasil info yang kami terima dan melihat fenomena yang terjadi di lapangan, sepertinya ada rembesan dari waduk tersebut," kata Harya kepada Kompas.com, Senin (18/5/2021) malam.

Meski demikian, karena masih bersifat dugaan sementara, Harya mengaku pihaknya masih akan terus melakukan investigasi teknis terhadap penyebab dari kejadian mengeringnya waduk tersebut.

Dinas Pekerjaan Umum akan segera melakukan investigasi teknis terhadap kejadian tersebut untuk mencari solusi terhadap permasalahan rembesan tersebut.

Harya menjelaskan, saat ini waduk yang dibangun dan dikelola oleh Pemkot Balikpapan tersebut dihentikan sementara operasinya.

Namun, air yang masuk ke waduk tidak ditahan, tetapi dikeluarkan melalui saluran yang ada di bawahnya ke saluran drainase.

Harya menuturkan, penutupan operasi waduk ini memang berisiko, terlebih lagi waduk tersebut merupakan tempat pengendalian dan penampungan air serta berfungsi mencegah terjadinya banjir di lokasi tersebut.

Oleh karena itu, Harya memastikan penutupan tersebut tidak akan berlangsung lama dan waduk akan dioperasikan kembali setelah penanganan selesai dilakukan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com
 
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved