Tribun Bone
VIDEO: Pelabuhan Bajoe Bone Dipadati Penumpang
Ratusan penumpang mulai memadati Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Suryana Anas
TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG TIMUR - Ratusan penumpang mulai memadati Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pantauan TribunBone.com, Selasa (18/5/2021) pukul 10.00 Wita, para calon penumpang kapal memadati loket pembelian tiket dan pengambilan surat keterangan rapid antigen di dekat ruang tunggu pelabuhan.
Untuk melakukan rapid anti gen penumpang harus membayar Rp 140 ribu.
Para calon penumpang ini hendak menyeberang ke Kolaka Sulawesi Tenggara.
Di bagian parkiran pelabuhan, kendaraan motor, mobil, bus pengangkut barang dan truk terparkir menunggu antrian masuk ke kapal.
Sebelum masuk area dermaga tempat kapal berada, para calon penumpang arus memperlihatkan tiket yang telah dibeli kepada petugas berjaga. Termasuk, surat keterangan rapid anti gen.
Kemarin, Senin (17/5/2021) jumlah penumpang yang menyeberang di Pelabuhan Bajoe mencapai 203 orang.
Kendaraan roda dua 22 unit, mobil penumpang 3 unit, bus pengangkut barang satu unit dan 14 unit truk.
Staf Administrasi UPTD Bajoe, Ikbal mengatakan saat ini penyeberangan Bajoe-Kolaka melayani dua trip.
Diperkirakan arus balik lebaran di Pelabuhan Bajoe terjadi Selasa 18 Mei hingga Minggu 23 Mei.
Jika terjadi lonjakan penumpang, pihaknya akan memaksimalkan tujuh armada kapal yang ada yang melayani penyeberangan Bajoe-Kolaka maupun sebaliknya.
"Sekarang ini penumpang belum banyak. Masih dua trip yang melayani di masing-masing pelabuhan," ujarnya.
"Jika terjadi lonjakan, ada satu kapal yang bisa digunakan di Pelabuhan Bajoe dan dua kapal di Pelabuhan Kolaka, sehingga nanti melayani tiga trip," tambahnya.
Ikbal menyampaikan, bagi penumpang yang ingin menyeberang ke Pelabuhan Bajoe dari tanggal 18 Mei hingga 23 Mei wajib memiliki dokumen rapid tes anti gen, swab dan genose.
Hal ini berdasarkan Surat Edaran Pemerintah Pusat kepada Satgas Pencegahan Covid-19.
"Jika persyaratan tersebut tidak dipenuhi maka, maka petugas meminta untuk putar balik," tegasnya.
Untuk memastikan protokol kesehatan berjalan, pihaknya bekerja sama TNI, Polri KKP dan seluruh stake holder terkait di Pelabuhan Bajoe untuk melakukan pengawasan.
Laporan Kontributor TribunBone.com, Kaswadi Anwar