Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Gempa Sulbar

Pemkab Majene Siapkan 2,1 Hektare Lahan Relokasi Korban Gempa

Pemkab Majene, Sulawesi Barat telah menyiapkan lahan relokasi warga yang terkena dampak gempa Majene pada 15 Januari lalu

Penulis: Hasan Basri | Editor: Suryana Anas
Pemkab Majene
Gubernur Sulbar meninjau lokasi relokasi yang disiapkan Pemkab Majene 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene, Sulawesi Barat telah menyiapkan lahan relokasi warga yang terkena dampak gempa Majene pada 15 Januari lalu.

Tepatnya di Desa Kabiraan di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene. Luas lahan yang disiapkan sekitar 2,1 hektar.

"Lahan yang disiapkan Pemerintah daerah  sudah siap untuk dibayarkan," kata Bupati Majene Lukman.

Meski lahan sudah siap untuk dibayarkan kepada para pemilik lahan, namun kata Lukman harus menunggu  dana sharing pembelian dengan Pemprov Sulbar.

Menurut Lukman lahan tersebut dibeli dari masyarakat seharga Rp. 50.000 per meter, atau harga yang menjadi rekomendasi dari Tim Penaksir Independen yang turun  kelapangan.

Lukman berharap kepada Gubernur Sulbar agar peletakan batu pertama dapat dilaksanakan pada bulan Juni sebelum masa jabatannya sebagai Bupati  berakhir

Sebelumnya Gubernur Sulawesi Barat Andi Ali Baal Masdar bersama Lukman telah meninjau lokasi tersebut.

Selain itu hadir juga Pj. Sekda Majene, Kepala Dinas PUPR, Kadis Perkimtan, Kadis Sosial, Kepala BPBD, Kadis Kesehatan, Camat Ulumanda dan Kades Kabiraan dan rombongan di Desa Salutambung Kecamatan Ulumanda.

Menurut Lukman, bahwa Gubernur Ali Baal juga berjanji akan melakukan pembangunan jalan ruas Salutambung – Ulumanda yang selama ini terbilang rusak parah.

Rencananya pembangunan itu dikerjakan pada bulan depan.

Sekedar pada gempa 15 Januari 2021 menimbulkan dampak trauma kepada warga. Ratusan warga tidak ingin kembali ke kampung halamannya karena takut ada gempa susulan

Warga juga mengganggap kampung halamanya tidak layak lagi menjadi tempat hunian.

Seperti diungkapkan warga Dusun Aholeang, Kecamatan Malunda, Jamaluddin, beberapa waktu lalu.

Jamaluddin mengaku tidak akan kembali ke kampung halamannya dan lebih memilih tinggal di tempat pengungsian.

Harapan mereka satu satunya hanya kepada pemerintah untuk mencarikan lokasi atau tempat tinggal baru.

"Seadainya perkampungan disana tidak hancur, kami sangat berkeinginan kembali kesana," ujarnya.

Menurut Jamaluddin bahwa keinginan warga sudah disampaikan langsung kepada pemerintah setempat. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved