Breaking News:

Tribun Sinjai

Harga Porang Anjlok, Petani Porang Sinjai Minta Pemerintah Stabilkan Harga

Sejumlah petani porang di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mengeluhkan anjloknya harga porang.

Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/SYAMSUL BAHRI
Tanaman porang di Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai 

Di tengah pandemi ini, satu-satunya komoditi pertanian dan perkebunan masyarakat yang mampu membangkitkan perekonomian masyarakat adalah tanaman porang.

Atas tumbuh suburnya tanaman porang tersebut membuat petani sejahtera.

Petani porang di Kecamatan Sinjai Selatan, Sinjai Borong, Sinjai Tengah dan Sinjai Barat sudah menikmati umbi tanaman tersebut sejak tahun 2018 lalu hingga saat ini.

Atas dampak umbi porang yang terus menjanjikan itu, masyarakat Sinjai ramai-ramai melakukan budidaya.

Sebelumnya tanaman itu tumbuh liar di kebun-kebun masyarakat yang tidak diperhatikan bahkan dianggap sebagai tanaman pengganggu tanaman perkebunan lain.

Sejak tahun 2020-2021 masyarakat ada yang berinvestasi mencapai ratusan juta rupiah untuk budidaya tanaman porang.

Porang Andalan baru Komoditas RI

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa budidaya tanaman porang dan sarang burung walet akan terus digenjot baik dari hulu maupun hilir.

Bahkan, kata Syahrul, Kementerian Pertanian akan segera membuat klaster atau pengelompokan sentra porang dan walet agar mampu memenuhi kebutuhan ekspor.

"Sesuai petunjuk bapak Presiden kita akan menguatkan akselerasi porang dan walet lebih kuat lagi baik dari hulu sampai hilir. Terutama kami akan mempersiapkan pembinaan teknik pada petani baik porang maupun sarang burung walet," ujar Mentan seusai melakukan rapat terbatas bersama Presiden RI dan Menteri Perdagangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 4 Mei 2021.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved