Breaking News:

Hari Pertama Kerja Usai Lebaran

TPP ASN Sulbar yang Tidak Masuk Hari Pertama Kerja Usai Lebaran Dipotong 25 Persen

Sidak tersebut, kata Idris, dalam rangka monitoring dan evaluasi terhadap tingkat kehadiran para ASN di OPD lingkup Pemprov Sulbar.

Penulis: Nurhadi | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Sekprov Sulbar Muhammad Idris sidak ASN di kantor-kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di hari pertama kerja pascalibur lebaran Idulfitri 1442 H, Senin (17/5/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Sekprov Sulbar Muhammad Idris sidak ASN di kantor-kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dihari pertama kerja pascalibur lebaran Idulfitri 1442 H, Senin (17/5/2021).

Sekprov didampingi Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Junda Maulana, menyambangi secara tiba-tiba kantor OPD 

Sidak tersebut, kata Idris, dalam rangka monitoring dan evaluasi terhadap tingkat kehadiran para ASN di OPD lingkup Pemprov Sulbar.

"Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan para ASN sudah masuk di hari pertama kerja usai Lebaran Idul Fitri,"kata Idris.

Idris mengaku ingin mengetahui siapa saja ASN yang hadir dan tidak hadir di hari pertama kerja usai Lebaran 2021.

"Tidak boleh ada penambaham libur karena sudah ketentuan tidak boleh ada lagi penambahan libur atau cuti,"tegas Idris 

Dia menegaskan, bagi ASN yang tidak hadir di hari pertama kerja pascalibur lebaran akan mendapatkan sanksi.

"Sanksi berupa pemotongan tunjangan kinerja atau TPP,"jelasnya.

Sementara itu, Junda Maulana mengatakan, kegiatan itu dilakukan sesuai instruksi pimpinan agar dilakukan monitoring dan evaluasi untuk tingkat kepatuhan para ASN.

"Sanksi yang diberikan kepada ASN yang melanggar sudah diatur dalam surat edaran yang berlaku, yakni dengan pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP),"pungkasnya.

"Tidak hadir di hari pertama kerja dipotong sebesar 25 persen,"beber Junda.

Kemudian tidak hadir sampai hari kedua dipotong sebesar 50 persen dan tidak hadir sampai hari ketiga dipotong sebesar 75 persen hingga seterusnya.

Bagi ASN yang terlambat masuk kerja beberapa menit, lanjut Junda,  juga akan diberikan sanksi berupa sanksi intenal yang diatur sesuai cara kerjanya.

"Sedangkan, bagi ASN yang disiplin dan patuh terhadap aturan yang ada akan diberikan reward,"tutur Junda.

"Sebenarnya tanpa sidak pun kepatuhan dan kedisiplinan ASN harus terus  berjalan, karena kedisiplinan itu merupakan modal utama untuk mencapai tujuan kita bersama,"Junda menambahkan.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved