Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Konflik Palestina Israel

Israel Rugi Banyak, Harga Roket Iron Dome Lebih Mahal dari Roket Milik Hamas

Perang terbuka antara Israel dan Palestina sudah berlangsung hampir dua pekan. Ratusan orang menjadi korban, kebanyakan dari kalangan warga Palestina.

Tayang:
Editor: Muh. Irham
intisari online
Mengenal Iron Dome Milik Israel 

TRIBUNTIMUR.COM - Perang terbuka antara Israel dan Palestina sudah berlangsung hampir dua pekan. Ratusan orang menjadi korban, kebanyakan dari kalangan warga Palestina.

Israel di awal pekan ini, menambah volume serangan ke tempat-tempat yang dianggap sebagai markas Hamas

Israel juga harus dalam posisi siaga mencegat roket-roket Hamas yang diluncurkan ke wilayah Israel.

Untuk mencegat roket-roket Hamas ini, Israel harus menanggung kerugian  puluhan ribu dolar untuk setiap rudal yang diluncurkan. 

Media Israel, Jerusalem Post pada Senin (17/5/2021) melaporkan bahwa biaya roket Iron Dome, sistem pelindung Israel dari roket hamas, lebih mahal daripada roket kiriman tersebut, dikutip dari Anadolu Agency

Pakar rudal, Uzi Rubin memperkirakan biaya roket jarak pendek Qassam milik Hamas per-buahnya berkisar $300 hingga $800 (sekira Rp 4,3 juta - 11,4 juta).

Sistem pertahanan udara Kubah Besi (Iron Dome) Israel bekerja keras menahan gelombang serangan roket kelompok Hamas dari Jalur Gaza, Selasa 911/5/2021) hingga Rabu (12/5/2021).
Sistem pertahanan udara Kubah Besi (Iron Dome) Israel bekerja keras menahan gelombang serangan roket kelompok Hamas dari Jalur Gaza, Selasa 911/5/2021) hingga Rabu (12/5/2021). (AFP/ANAS BABA)

Sementara itu, mantan ketua pusat penelitian luar angkasa Institut Fisher, Tal Inbar memperkirakan biaya Iron Dome berkali-kali lipat dari roket Hamas.

Tal Inbar mengatakan diperkirakan roket Iron Dome masing-masing seharga antara $50.000 dan $100.000 (sekira Rp 716,8 juta - Rp 1,4 miliar).

Inbar mengatakan, biaya roket jarak jauh Hamas diperkirakan lebih murah ribuan dolar per-roketnya.

Atau sekitar dua hingga tiga kali lebih mahal daripada roket jarak pendek milik organisasi militan Palestina di Jalur Gaza itu.

Tentara Israel pada Senin mengatakan Hamas dan kelompok Jihad Islam menembakkan 3.100 roket dari Jalur Gaza ke sejumlah wilayahnya.

Ribuan roket itu merupakan akumulasi sejak serangan sepekan lalu.

Dalam pernyataan sebelumnya, Menteri Pertahanan Benny Gantz mengatakan sistem pertahanan rudal Iron Dome telah mencatat lebih dari 1.000 intersepsi sejak dimulainya operasi militer di Jalur Gaza pada 10 Mei.

"Hamas memiliki lebih banyak roket jarak jauh untuk ditembakkan di Tel Aviv dan Israel tengah."

"Dengan buktinya bahwa pada akhir setiap perang Gaza baru-baru ini, mereka mampu menembakkan beberapa roket ke mana pun mereka mau," menurut laporan Jerussalem Post, soal pendapat Rubin dan Inbar.

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat 197 warga Palestina meninggal dunia termasuk 58 anak-anak dan 34 wanita akibat serangan Israel di Gaza.

Lebih dari 1.235 orang juga terluka dan puluhan bangunan hancur dalam serangan Israel.

Ketegangan Israel dan Palestina ini diawali dari beberapa insiden di Yerusalem Timur selama bulan suci Ramadhan.

Gaza yang dikuasai Hamas bertindak karena serangan Israel terhadap jamaah shalat di Masjid Al Aqsa dan ancaman penggusuran warga Palestina di Sheikh Jarrah.

Hamas Berulangkali Peringatkan Israel Tak Sentuh Masjid Al Aqsa

Pasukan keamanan HAMASPalestina pada upacara wisuda polisi di Kota Gaza, April 2021 - Siapa itu HAMAS?
Pasukan keamanan HAMAS Palestina pada upacara wisuda polisi di Kota Gaza, April 2021 (Rex, The Sun)

Kepala Hamas Ismail Haniyeh mengatakan bahwa pihaknya berulangkali memperingatkan Israel tidak menyentuh Masjid Al Aqsa, Sabtu (15/5/2021).

"Kami telah berulang kali memperingatkan musuh untuk tidak menyentuh Masjid Al-Aqsa, yang merupakan kiblat kami, identitas kami, keyakinan kami, dan pemicu revolusi kami," kata Haniyeh, dalam konferensi video di Doha, Qatar.

Haniyeh mengatakan Masjid Al Aqsa adalah "garis merah" Hamas.

Dirinya juga mengancam Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu agar tidak bermain-main dengan api.

"Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa menjadi dasar perjuangan melawan Zionisme," katanya, dilansir AA

Dalam pidatonya itu, Haniyeh turut mengungkapkan terima kasih kepada Qatar karena telah membantu Palestina.

Sepekan Lebih, Gaza Terus Dibombardir Israel

Hussein Abdul Qleeq, warga Gaza yang menjadi korban serangan rudal tentara Israel. Ia mengalami luka di bagian leher, tangan, dan punggung akibat pecahan peluru meriam tentara Israel yang dijatuhkan di wilayah Gaza, Jumat (14/5/2021) kemarin.(The Guardian)
Hussein Abdul Qleeq, warga Gaza yang menjadi korban serangan rudal tentara Israel. Ia mengalami luka di bagian leher, tangan, dan punggung akibat pecahan peluru meriam tentara Israel yang dijatuhkan di wilayah Gaza, Jumat (14/5/2021) kemarin.(The Guardian) (The Guardian)

Dilansir Al Jazeera, militer Israel melancarkan serangkaian serangan udara pada Senin (17/5/2021).

Gaza, Palestina diguncang bom hingga menyebabkan korban jiwa sebanyak 42 orang.

Sedikitnya 198 orang, termasuk 58 anak-anak Palestina meninggal di Jalur Gaza sejak kekerasan dimulai sepekan lalu.

Lebih dari 1.300 warga Palestina juga terluka.

Sebelumnya Hamas menembakkan roket ke kota Ashkelon dan Beersheba di Israel.

Israel telah melaporkan 10 orang tewas, termasuk dua anak.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved