Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Palopo

Cuaca Buruk, Harga Ikan di Palopo Naik

Cuaca buruk melanda wilayah Palopo beberapa hari terakhir ini.Akibat cuaca buruk, tangkapan ikan nelayan di Kota Palopo berkurang.

Penulis: Arwin Ahmad | Editor: Sudirman
ist
Aktivitas nelayan di Tempat Pelalangan Ikan (TPI) Kota Palopo, Sulsel. 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Cuaca buruk melanda wilayah Palopo beberapa hari terakhir ini.

Akibat cuaca buruk, tangkapan ikan nelayan di Kota Palopo berkurang.

Hal itu berimbas terhadap harga ikan yang mengalami kenaikan.

Terpantau di Pusat Niaga Palopo (PNP), harga ikan mengalami kenaikan.

Salah satu pedagang ikan, Rusman mengungkapkan, kondisi ini terjadi beberapa hari usai lebaran Idulfitri 1442 H.

Ia menyebutkan harga ikan saat ini seperti ikan Cakalang berkisar Rp 25 ribu, sebelumnya masih Rp 15 ribu per delapan ekor.

"Kalau ikan Tongkol harganya Rp 40 ribu per ekor, sebelumnya masih Rp 30 ribu per ekor," kata Rusman senin (17/5/2021).

Sedangkan ikan Bandeng, saat ini bekisar Rp 14 ribu perkilo. Seebelumnya masih Rp 11 ribu perkilogram.

Stok ikan yang dijual pedagang di PNP merupakan hasil dari tangkapan nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Palopo.

Rusman menyebutkan, akibat cuaca buruk, tangkapan nelayan di TPI cenderung berkurang.

Hal itu juga membuat daya beli masyarakat di PNP berkurang.

Sebelumnya, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, telah mengeluarkan imbauan terkait cuaca buruk di 9 kabupaten/kota di Sulsel.

"Intensitas curah hujan yang dimaksud akan terjadi selama tiga hari, mulai 16-18 Mei di beberapa kabupaten se-Sulsel," kata Kepala BMKG Wilayah IV Makassar Darmawan melalui keterangannya, Minggu (16/5/2021). 

Dalam tiga hari ini, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah meliputi Kabupaten Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Palopo dan Toraja Utara.

Sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di Kabupaten Tana Toraja Enrekang, Sidrap, Wajo, dan Pinrang.

Terpisah, Kepala BPBD Palopo ANtonius Dengen meminta warga waspada.

"Kami berharap masyarakat tidak usah panik, tetap tenang dan berdoa. Semoga potensi yang disebutkan tidak terjadi. Minimal kita waspada," kata Antonius.

Laporan Wartawan Tribun Palopo, Arwin Ahmad.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved