Breaking News:

BPJS Kesehatan Toraja

BPJS Kesehatan Makale Jelaskan Mekanisme Layanan PRB ke Rumah Sakit

BPJS Kesehatan Cabang Makale sosialisasi Prosedur Pelayanan Peserta Program JKN-KIS dan Optimalisasi Implementasi Program Rujuk Balik (PRB)

BPJS Kesehatan Toraja
BPJS Kesehatan Cabang Makale kembali menggelar sosialisasi Prosedur Pelayanan Peserta Program JKN-KIS dan Optimalisasi Implementasi Program Rujuk Balik (PRB) dalam Program JKN-KIS bersama sejumlah perwakilan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) mitra BPJS Kesehatan Cabang Makale, Kamis (25022021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKALE - BPJS Kesehatan Cabang Makale kembali menggelar sosialisasi Prosedur Pelayanan Peserta Program JKN-KIS dan Optimalisasi Implementasi Program Rujuk Balik (PRB) dalam Program JKN-KIS bersama sejumlah perwakilan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) mitra BPJS Kesehatan Cabang Makale, Kamis (25/02/2021).

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Makale, Marinus Hardi Sampeliling mengatakan, sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman manajemen fasilitas kesehatan terkait penguatan rujukan berjenjang.

“Sesuai ketentuan, untuk kasus medis yang menjadi kompetensi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) harus diselesaikan secara tuntas di FKTP kecuali terdapat keterbatasan SDM, sarana dan prasarana. Dalam kasus PRB, bagi penderita kronis yang stabil, FKRTL wajib merujuk kembali peserta disertai jawaban dan tindak lanjut yang harus dilakukan jika secara medis peserta sudah dapat dilayani oleh FKTP yang merujuk,” papar Hardi.

Adapun kriteria penyakit yang menjadi cakupan PRB, meliputi diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, epilepsi, hipertensi, gangguan kesehatan jiwa kronik, stroke, ssma, Syndroma Lupus Eritematosus, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Untuk pendaftaran peserta PRB dilakukan di rumah sakit melalui petugas Person In Charge (PIC) PRB. 

Beberapa poin penting lainnya juga disampaikan pada kesempatan tersebut seperti terdapat pengecualian untuk PRB, di antaranya apabila penderita penyakit kronis masih memerlukan perawatan lanjutan, membutuhkan pelayanan spesialistik yang terkait dengan penyakitnya serta membutuhkan pelayanan berkelanjutan.

“Adapun ketentuan lainnya bagi peserta yang akan dirujuk balik ke FKTP harus disertai dengan surat rujuk balik yang ditandatangani oleh dokter spesialis serta mendapatkan resep obat yang termasuk dalam Formularium Nasional untuk obat PRB,” tambahnya.

Di samping itu, Hardi juga menambahkan terkait pelayanan rawat jalan di FKRTL. Apabila dokter spesialis/subspesialis memberikan surat keterangan bahwa pasien masih memerlukan perawatan di FKRTL, maka untuk kunjungan berikutnya peserta dapat langsung datang di FKRTL tanpa harus ke FKTP terlebih dahulu dengan membawa surat keterangan tersebut. Sebaliknya, jika tidak diberikan surat keterangan maka pada kunjungan berikutnya peserta harus melalui FKTP.

Pada kesempatan tersebut juga dijelaskan mengenai alur pelayanan, rujukan antar dokter spesialis, rujukan antar rumah sakit, serta syarat-syarat lainnya diantaranya dalam kasus peserta yang akan memperoleh rawat inap diwajibkan menunjukkan nomor identitas peserta JKN-KIS selambat-lambatnya 3x24 jam hari kerja sejak yang bersangkutan dirawat. Jika melewati batas waktu yang ditentukan, maka sesuai regulasi yang berlaku, pasien dinyatakan sebagai pasien umum.

“Pada dasarnya kami dari pihak FKRTL memberi dukungan dan siap untuk mengikuti peraturan dan ketentuan yang berlaku dalam Program JKN-KIS. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan komunikasi dan koordinasi terus terjalin untuk menyamakan persepsi dalam mengawal terselenggaranya layananan Program JKN-KIS yang berkualitas bagi masyarakat,” ujar Yosef, salah seorang PIC FKRTL. (*)
 

Editor: Suryana Anas
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved