Breaking News:

Tribun Pinrang

Mabaca Doang, Tradisi Warga Pinrang Saat Lebaran yang Masih Terjaga

Puang Rupa mengatakan, sebelum ritual baca doa dirinya terlebih dahulu menyiapkan aneka makanan.

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/NINING
Tradisi Mabaca Doang atau memanjatkan doa setelah lebaran. 

Ia biasanya memanggil imam atau tetangga yang paham atau mengerti melafalkan bacaan Mabaca Doang.

"Setelah Mabaca Doang, saya akan memanggil tetangga untuk datang ke rumah dan menikmati makanan bersama-sama," imbuhnya.

Pembaca doa, H. Madong mengatakan terdapat dua jenis bacaan yang dibaca saat Mabaca Doang.

"Ada baca doa Wariyala yang artinya membaca doa untuk keluarga yang lebih dulu meninggal," ucapnya.

"Kemudian baca doa Salama' artinya meminta doa kepada Allah SWT agar selalu diberi keselamatan dan kesehatan," tambahnya.

Madong mengaku ketika memimpin Mabaca Doang, dirinya membaca surah-surah dan ayat yang ada di Alquran.

"Bacaan doanya semua tertera di Alquran. Mulai dari surah dan ayatnya,"ungkapnya.

Ia mengatakan ritual Mabaca Doang sebagai permintaan kita kepada Allah SWT untuk senantiasa diberikan keberkahan.

"Kita panjatkan doa karena Allah dan niatnya juga karena Allah SWT," tutupnya.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved