Breaking News:

Bentrok Israel Palestina

Palestina Diserang Israel, Sudah 15 Anak Tewas Jadi Korban Roket

Sebanyak 15 anak tewas dalam pengeboman yang terjadi baik di Israel maupun di Jalur Gaza.

Editor: Ina Maharani
AFP
Bentrok antara tentara Israel dan warga Palestina/ 

TRIBUN-TIMUR.COM - Perang yang bergejolak di Palestina semakin banyak makan korban.

Bukan hanya dari militer tapi juga warga sipil, bahkan anak-anak.

Sebanyak 15 anak tewas dalam pengeboman yang terjadi baik di Israel maupun di Jalur Gaza.

Kabar ini muncul di tengah janji Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang bakal melanjutkan pengeboman terhadap Hamas.

"Kami akan terus meledakkan mereka sebanyak yang bisa mereka bayangkan," ancam PM yang akrab disapa Bibi itu.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan, sekitar 1.050 roket sudah ditembakkan dari Gaza sejak Senin (10/5/2021).

IDF merespons dengan menyerang 130 tempat yang disinyalir sebagai persembunyian komandan Hamas setelah wilayah mereka ditembaki.

Dalam salah satu pengeboman, sebuah gedung berlantai 12 hancur, yang diyakini sebagai markas petinggi faksi Palestina itu.

Korban tewas di sana naik menjadi 48 orang per Rabu (12/5/2021), dengan 14 di antaranya anak-anak.

Sementara dari pihak "Negeri Zionis", enam warga sipil dilaporkan terbunuh, dengan satu adalah anak-anak.

Dilansir The Sun, Hamas mengonfirmasi komandan mereka di Gaza City terbunuh dalam serangan Rabu.


"Ini barulah awal"

Komandan yang dimaksud bernama Bassem Issa, figur paling senior yang dibunuh IDF sejak 2014 silam.

Sayap kanan dari faksi Palestina tersebut mengungkapkan, Issa tewas bersama petinggi dan sejumlah milisi.

"Kami telah mengeliminasi komandan senior Hamas dan ini barulah permulaan," kata Netanyahu kepada awak media.

Baca juga: Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

PM Israel dari Partai Likud itu mengatakan, dia akan memperluas jangkauan operasi militer untuk melenyapkan para milisi yang menentang mereka.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, pemimpin Hamas Ismail Haniyeh berujar, "jika Israel ingin meningkatkannya, kami sudah siap."

Utusan PBB untuk Timur Tengah Tor Wennesland memperingatkan semua kubu untuk menghentikan serangan.

"Kita saat ini bergerak menuju ke perang skala besar. Semua pemimpin bertanggung jawab untuk menghentikan kekerasan," kata dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved