Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Aziz Qahar Mudzakkar Khatib Id di BTP: Sudah saatnya Kita Melakukan Muhasabah

Kegiatan ini diselenggarakan Forum Komunikasi Islam (Fokus) BTP dengan menerapkan standar protokol kesehatan

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Saldy Irawan
Sanovra/tribun-timur
Dewan Pembina Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi (Koppasandi), Azis Qahar Mudzakkar memberikan keterangan persnya terkait peluncuran tim pemenangan Koppasandi di Warkop Kopi Jaya, Jl Boulevard, Makassar, Sabtu (3/11/18). 

TRIBUN-TIMUR.COM MAKASSAR - Ratusan warga Makassar dan sekitarnya melaksanakan salat Idulfitri 1442 H, di Lapangan Tala Limampulo Bumi Tamalanrea Permain (BTP) Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (13/5/2020).

Kegiatan ini diselenggarakan Forum Komunikasi Islam (Fokus) Bumi Tamalanrea Permai dengan menerapkan standar protokol kesehatan. 

Bertindak sebagai khatib Dewan Pertimbangan Hidayatullah, Ustaz Abd Aziz Qahhar Mudzakkar yang menyampaikan ceramah terkait musibah dan ketakwaan sosial

"Sebagai penganut agama Islam dan percaya pada kebenaran wahyu kitab suci Al-Qur’an, sudah saatnya kita melakukan muhasabah atau instrofeksi diri terhadap sikap dan perilaku kita selama ini, baik secara sendiri-sendiri maupun secara komunal sebagai suatu masyarakat dan bangsa," ujarnya.

Baginya keimanan dan ketaqwaan dimungkinkan cenderung kabur, menipis dan melemah akibat banyaknya dosa dan kurangnya  ibadah, maka melalui Ramadhan, jiwa atau ruhani  seseorang kembali recovery menjadi fitri dan bertambahnya ketaqwaan.

Dengan kualitas taqwa,  hidup kita lebih bahagia, rezeki lebih terbuka dan urusan-urusan kita lebih dimudahkan. 

"Allah SWT berfirman: “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar, dan Dia memberikan rezeki dari arah yang tidak disngka-sangka” (QS 65:2-3).

Namun demikian prestasi taqwa yang kita peroleh selama Ramadhan kemarin cenderung lebih  bersifat ketaqwaan  individual. Hampir semua amalan yang kita tekuni selama sebulan penuh pada Ramadhan  adalah amalan ritual yang menyulut peningkatan keimanan dan ketaqwaan kita secara individu seperti shalat, puasa, tilawah Al-Qur’an, dzikir, dsb. Kecuali zakat dan infaq yang disamping bersifat individual juga berefek pada kehidupan sosial," katanya. 

Ia menambahkan, dengan modal dasar ketaqwaan individual akan melahirkan komitmen baru  dari setiap individu kaum muslimin untuk selanjutnya merakit dan membangun sinergitas ketaqwaan atau kesalehan sosial secara kolektif, baik dalam skala kecil lingkungan perumahan kita tinggal, maupun dalam skala kehidupan masyarakat yang lebih luas dalam berbangsa dan bernegara.

Islam adalah ajaran yang universal, kaffatan linnas (untuk seluruh manusia) dan rahmatan lil’alamin (rahmat bagi seluruh alam). Artinya, setiap muslim yang telah tercelup dengan nilai-nilai ajaran Islam, seharusnya memberi dampak kebaikan pada orang lain dan lingkungan sekitarnya, bahkan tidak terbatas pada masyarakat manusia, tapi juga untuk hewan, tumbuhan, bahkan untuk seluruh alam semesta.(*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved