Breaking News:

Takbir Sambut Idulfitri 2021

Takbir Keliling Juga Dilarang di Kabupaten Wajo

Pemerintah Kabupaten Wajo meniadakan takbiran keliling pada malam Idulfitri 1442 H/2021 M.

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Bupati Wajo, Amran Mahmud saat memberikan sambutan di Masjid Agung Ummul Qura Sengkang, Kabupaten Wajo, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Pemerintah Kabupaten Wajo meniadakan takbiran keliling pada malam Idulfitri 1442 H/2021 M.

Meskipun meniadakan takbiran keliling, Pemerintah Kabupaten Wajo menyarankan agar takbiran dilakukan di masjid saja.

"Takbiran dapat dilaksanakan di semua masjid, musallah. Tapi secara terbatas, maksimal 10 persen dari kapasitas masjid atau musallah itu," kata Bupati Wajo, Amran Mahmud, Selasa (11/5/2021).

Menurutnya, esensi menggemakan takbir di malam lebaran tak akan berkurang. Meskipun tak semeriah pada tahun-tahun sebelumnya.

"Hal ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari bahaya pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir," katanya.

Senada dengan itu, Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah sebelumnya telah menerbitkan maklumat larangan takbir keliling.

"Kita imbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat mengundang dan berpotensi terjadinya kerumunan, seperti takbir keliling," katanya.

Pihak kepolisian akan menindak dan memberikan sanksi bagi yang melanggar.

Takbiran di malam lebaran, dapat dilakukan di masjid ataupun musallah dengan tetap menaati protokol kesehatan.

Diharapkan, masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, dengan menerapkan 5 M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Sejauh ini, perkembangan kasus penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Wajo sudah tidak ditemukan lagi kasus aktif sepekan belakangan.

Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Wajo mencatat, total ada 787 orang yang pernah terpapar virus corona.

Sebanyak 21 orang telah meninggal dunia, dan sebanyak 766 orang telah dinyatakan sembuh.

Kabupaten Wajo masih dikategorikan sebagai zona kuning atau zona risiko rendah, sehingga pemerintah setempat memutuskan untuk memberikan izin pelaksanaan salat Id di masjid maupun tanah lapang.

Diketahui, pemerintah menetapkan 1 Syawal 1442 H jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021 mendatang. (*)

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved