Breaking News:

Idulfitri 1442 H

Ini 4 Syarat Melaksanakan Salat Id Berjemaah di Kabupaten Wajo

Pemerintah Kabupaten Wajo mengizinkan pelaksanaan salat Id dilakukan di masjid atau tanah lapang.

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Bupati Wajo, Amran Mahmud. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Pemerintah Kabupaten Wajo mengizinkan pelaksanaan salat Id dilakukan di masjid atau tanah lapang.

Hal itu usai Bupati Wajo, Amran Mahmud meneken surat edaran nomor 450/156/Kesra tentang pelaksanaan Hari Raya Idulfitri 1442 H/2021 M selama masa pandemi Covid-19.

Ada empat syarat yang dikeluarkan Bupati Wajo, untuk melaksanakan salat Id secara berjemaah.

"Pertama, jemaah salat Idulfitri yang hadir tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antar shaf dan antar jemaah," kata Amran Mahmud, Senin (10/5/2021).

Kedua, yakni para lansia atau orang yang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri salat Idulfitri di masjid, musallah, dan tanah lapang.

Ketiga, khutbah Idulfitri dilakukan secara singkat dan tetap mematuhi rukun khutbah, paling lama 20 menit

Terakhir, seusai pelaksanaan salat Id, jemaah kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan halalbihalal.

"Silaturrahmi dalam rangka Idulfitri agar hanya dilakukan dengan keluarga terdekat dan tidak menggelar kegiatan open house atau halalbihalal," katanya.

Rencananya, Amran Mahmud bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Wajo akan salat Id di Masjid Ummul Qura Sengkang, Kabupaten Wajo.

Halaman
12
Editor: Suryana Anas
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved