Breaking News:

Tribun Wajo

Bedug Sahur Hari Terakhir Ramadan Dibubarkan Paksa, Polisi Keluarkan Tembakan Peringatan

Sekelompok pemuda yang melakukan bedug sahur terpaksa dibubarkan paksa aparat kepolisian di Sengkang, Kabupaten Wajo

ist
Tangkap layar video sekelompok pemuda yang melakukan bedug sahur terpaksa dibubarkan paksa aparat kepolisian di Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Rabu (12/5/2021) dini hari 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Sekelompok pemuda yang melakukan bedug sahur terpaksa dibubarkan paksa aparat kepolisian di Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Rabu (12/5/2021) dini hari.

Ada puluhan motor yang digeber-geber sepanjang Kota Sengkang. Mereka menyalakan musik disk joki dengan menggunakan mobil pick up.

Bahkan, polisi terpaksa mengeluarkan beberapa kali tembakan peringatan untuk membubarkan aksi para pemuda tersebut.

"Acara bedug sahur hari terakhir kami bubarkan," kata Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah.

Pasalnya, selain mengganggu ketertiban umum, juga melanggar imbauan Pemerintah Kabupaten Wajo serta imbauan Kapolres Wajo terkait larangan acara bedug sahur.

"Kami telah keluarkan imbauan untuk tidak berkerumun," katanya.

Meski dibubarkan secara paksa, pihak kepolisian tidak melakukan penahanan terhadap orang yang bertanggungjawab atas kerumunan itu.

"Tidak ada yang kami tahan," katanya.

Selain itu, Kapolres Wajo juga telah mengeluarkan imbauan untuk tidak melakukan takbiran keliling pada malam lebaran.

Ada puluhan personel kepolisian yang akan berjaga untuk mengantisipasi adanya takbiran keliling.

Sebagai pengganti takbiran untuk menggemakan takbir di malam Idulfitri 1442 H, Pemerintah Kabupaten Wajo mengizinkan untuk dilakukan takbiran di masjid maupun musallah.

"Takbiran dapat dilaksanakan di semua masjid, musallah secara terbatas, maksimal 10 persen dari kapasitas masjid atau musallah itu," kata Bupati Wajo, Amran Mahmud.

Selain panduan untuk melakukan takbiran di masjid dan musallah, Bupati Wajo juga telah menerbitkan aturan terkait pelaksanaan salat Id.

Aturan-aturan itu diterbitkan, tak lain hanya untuk melindungi masyarakat dari bahaya pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir.

Diharapkan, masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, dengan menerapkan 5 M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved