Tribun Mamuju

PHBI Mamuju Bakal Pusatkan Salat Idulfitri di Anjungan Manakarra, Khutbah Ied Dibatasi 15 Menit

Pelaksanaan Salat Idulfitri 1442 Hijriah di Kabupaten Mamuju, Sulbar, rencananya dipusatkan di Anjungan Pantai Manakarra, Jl Yos Sudarso

Penulis: Nurhadi | Editor: Sudirman
ist
Pelaksanaan Salat Idulfitri di Anjungan Pantai Manakarra Mamuju sebelum pandemi Covid-19 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Pelaksanaan Salat Idulfitri 1442 Hijriah di Kabupaten Mamuju, Sulbar, rencananya dipusatkan di Anjungan Pantai Manakarra, Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga.

Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mamuju, Rusli Muis mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan persiapan.

"Pelaksanaan shalat ied tahun ini bakal dilaksanakan di Anjungan Manakarra," ujar Rusli Muis saat dikonfirmasi, Selasa (11/5/2021).

Rencananya Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi dan Forkopimda juga akan melaksanakan shalat Idulfitri di Pantai Manakarra.

Saat ini sementara akan memasang panggung, mengatur shaf jamaah dan segala kesiapan lainnya.

"Termasuk mempersiapkan protokol kesehatan dengan ketat, mulai wadah cuci tangah, atur jarak dan imbauan menggunakan masker,”ujarnya.

"Jadi kalau ada jamaah datang tidak pakai masker, kita kasih masker, cuci tangan, dan kita atur jaraknya,"sambungnya.

Ia memastikan tidak akan ada pelaksanaan takbir keliling pada malam lebaran sebagaimana imbauan pemerintah.

"Jadi tidak ada takbir keliling untuk menghindari kerumunan,"tuturnya.

Khatib kata dia, hanya dibolehkan membawakan ceramah atau khutbah Idulfitri maksimal 15 menit.

"Itu sudah diatur dalam ketentuan yang dikeluarkan Kementerian Agama,"ucapnya.

Ketua LDNU Sulbar, Nur Salim Ismail menyebutkan, tidak ada larangan salat id di lapangan.

Namun, penting membuka semua masjid agar tidak terjadi penumpukan di Anjungan Manakarra.

"Masjid harus dibuka untuk memecahkan konsentrasi massa kalau memang tujuannya mengantisipasi covid,"katanya.

Jika masjid dibuka, lanjutnya, dia meyakini tidak bakal menumpuk orang di Anjungan Manakarra.

"Karena tidak bisa dipungkiri jika covid-19 itu ada,"ucapnya.

"Karena itu, harus mematuhi anjuran pemerintah, sisi lain pemerintah harus memberikan kepastian informasi,"Nur Salim Ismail menambahkan.(tribun-timur.com).

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved