Tribun Palopo

Sopir Angkutan Umum di Palopo Curhat ke Kapolsek

Sebagai bentuk protes dan rasa kesal mereka, puluhan sopir angkutan antar kabupaten se-Luwu Raya aksi mogok dengan berkumpul

Penulis: Arwin Ahmad | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/ARWIN
Puluhan sopir angkutan se Luwu Raya berkumpul di Lapangan Rampoang Kota Palopo. Mereka memilih mogok operasi lantaran adanya larangan mudik. 

TRIBUNPALOPO.COM, BARA - Puluhan sopir angkutan umum lintas kabupaten di Kota Palopo lakukan aksi mogok memprotes larangan mudik, 6-17 Mei 2021.

Asrul, salah satu sopir angkutan mengatakan dengan adanya larangan mudik, mereka semakin sulit mendapat penumpang.

“Sekarang penumpang sulit dan sepi. Itu karena mereka takut melintas dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya. Kalau begini mau makan apa keluarga kami. Apalagi menjelang Lebaran kebutuhan ekonomi keluarga mendesak,” kata Asrul.

Sebagai bentuk protes dan rasa kesal mereka, puluhan sopir angkutan antar kabupaten se-Luwu Raya aksi mogok dengan berkumpul di depan Lapangan Rampoang, Jalan Poros DR Ratulangi, Kota Palopo, Minggu (9/5/21) sore.

Kapolsek Wara Utara Iptu Patobun yang berada di lokasi berusaha menenangkan para sopir.

"Mendengarkan keluhan para sopir angkutan antar kabupaten se Luwu Raya yang kumpul di Jl Dr Ratulangi depan lapangan Rampoang. Karena merasa bahwa mereka sangat sulit mencari penumpang saat ini, sedang menjelang lebaran banyak kebutuhan keluarga," kata Iptu Patobun.

Meski dengan adanya keluhan para sopir, namun larangan mudik kata dia merupakan aturan pemerintah karena pandemi Covid-19.

“Iya benar, untuk sekarang ini, Luwu Raya yang meliputi zona Palopo, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur tidak masuk aglomerasi sehingga ada larangan mudik bagi warga se-Luwu Raya. Ini merupakan aturan pemerintah,” ujar Iptu Patobun di sela-sela aksi mogok para sopir angkot.

“Yang pasti, larangan mudik berlaku sampai batas waktu yang telah ditentukan pemerintah,” pungkasnya.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun, sejumlah sopir angkutan juga melakukan demonstrasi di pos batas Mari-mari Kabupaten Luwu Utara.

Para sopir panther memprotes tindakan petugas posko yang mereka anggap tidak adil.

Menurut mereka, mobil plat kuning yang mereka bawa diperiksa sangat ketat oleh petugas pokso.

Bahkan terkadang ada dari mereka yang disuruh putar balik.

Berbeda dengan mobil plat hitam yang dibiarkan melintas.

Padahal kata mereka, banyak juga mobil plat hitam yang memuat penumpang umum.

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved