Breaking News:

Larangan Mudik Sulsel

Dilarang Melintas, Mahasiswa Sebut Petugas Posko Penyekatan Pemudik di Luwu Utara Berlebihan

Keberadaan posko penyekatan pemudik di Desa Mari-mari, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan

ist
Petugas bertanya kepada pengemudi mobil yang melintas di posko penyekatan pemudik di Jalan Trans Sulawesi, Desa Mari-mari, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. 

TRIBUNLUTRA.COM, SABBANG SELATAN - Keberadaan posko penyekatan pemudik di Desa Mari-mari, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, tidak hanya dikeluhkan oleh sopir angkutan umum.

Kehadiran posko penyekatan itu juga dikeluhkan pengendara roda dua yang melintas di sana.

Mereka menilai, petugas posko sangat berlebihan dalam memberlakukan aturan larangan mudik.

"Cuma di Luwu Utara yang lain-lain modelnya, Palopo tidak ji tawwa," kata Ridwan, salah satu mahasiswa di Palopo asal Luwu Timur, Senin (10/5/2021).

Ridwan mengaku pernah dicegat dan dilarang melintas di posko itu.

Padahal dirinya ingin pulang ke Luwu Timur usai mengurus kuliah di Palopo.

"Saya kan mau pulang kampung, karena urusan di kota sudah selesai, masa dilarang melintas. Di daerah lain kita bebas saja," tuturnya.

Diketahui, pemerintah memberlakukan larangan mudik 6-17 Mei 2021.

Kebijakan itu ditindaklanjuti Pemkab Luwu Utara dengan mambungan posko penyekatan di perbatasan.

Sejak diberlakukan, tercatat ada tiga kendaraan diminta putar balik oleh petugas posko.

Halaman
12
Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved