Breaking News:

Myanmar Terkini

Myanmar Terancam Jadi Negara Gagal, Pemuda Melawan Militer & Belajar Perang, Para Pejuang Ditangkapi

Myanmar Menuju Negara Gagal, Ratusan Mati, Pejuang Ditangkap Saat Tubuh Penuh Luka Bakar, Para Pemuda Nekat Belajar Perang

Kolase Tribun Jateng
Angel atau Deng Jia Xi, salah satu warga yang ditembak mati di bagian kepala saat menghadiri demonstrasi menentang kudeta di Mandalay, Myanmar, pada 3 Maret 2021. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sejak 1 Februari 2021, negara Myanmar berada dalam kekacauan. Bahkan kini terancam menjadi negara gagal.

Hal itu sejalan dengan kudeta militer yang terjadi pada 1 Februari 2021 lalu membuat negara tersebut semakin jauh dari demokrasi.

Bahkan kini para pemuda sudah berani terang-terangan menentang junta militer penguasa dengan siap mengikuti latihan perang melawan militer.

Apalagi sejak Angel atau Deng Jia Xi, salah satu warga yang ditembak mati di bagian kepala saat menghadiri demonstrasi menentang kudeta di Mandalay, Myanmar, pada 3 Maret 2021.

Kondisi Myanmar saat ini semakin parah. Kudeta militer mengakhiri reformasi ekonomi selama satu dekade.

Tak hanya itu, langkah tentatif menuju demokrasi gagal karena militer kembali berkuasa setelah 49 tahun berkuasa di negara miskin yang kaya sumber daya alam itu.

Protes dan pemogokan selama berbulan-bulan telah melumpuhkan ekonomi, mengganggu perbankan, bisnis, dan banyak birokrasi.

"Memicu kekhawatiran bahwa Myanmar semakin dekat untuk menjadi negara gagal," lapor kantor berita Reuters, dilansir Sosok.ID, Jumat (7/5/2021).

Tiap hari, protes anti-kudeta semakin kencang digaungkan di Myanmar, semakin banyak pula korban tewas berjatuhan.

Disadur dari Reuters, seorang pejuang seni bela diri campuran yang bergabung dengan protes anti-kudeta di Myanmar dilaporkan terluka oleh bom rakitan.

Halaman
1234
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved