Breaking News:

Tribun Luwu

Usai Panen Raya, Petani Luwu Kesulitan Jual Beras

Petani padi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kesulitan menjual beras hasil panen mereka.

TRIBUN-TIMUR.COM/DARULLAH
Petani di Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru memikul gabahnya pasca panen, Senin (29/3/2021) 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Petani padi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kesulitan menjual beras hasil panen mereka.

Demikian disampaikan Ketua Komisi II DPRD Luwu, Wahyu Napeng, Jumat (7/5/2021).

Melihat kondisi ini, ia mendesak Perum Bulog menyerap beras petani.

Wahyu mengatakan, petani di Luwu sudah panen raya.

Namun saat ini mereka kesulitan menjual beras hasil panennya.

Data yang ada, kata dia, sekitar 34 ribu hektare sawah di Luwu panen dalam kurang waktu dua minggu terakhir.

Jika dihitung rata-rata 1 hektare menghasilkan 7 ton gabah, maka jumlah hasil panen mencapai 238 ribu ton gabah atau sekitar 119 ribu ton beras.

"Luwu daerah terakhir panen raya di Sulsel. Hasil petani cukup melimpah. Ada sekitar 34 ribu hektara sawah yang panen, setelah kita hitung sekitar 119 ribu ton beras," ujar Wahyu.

Sayangnya, lanjut dia petani kesulitan menjual beras hasil panen mereka.

"Bulog salah satu yang diharap mampu menyerap hasil panen petani sama sekali tidak bisa berbuat sesuai harapan, hanya karena alasan gudang penyimpanan mereka full," tambahnya.

Halaman
123
Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved