Breaking News:

Larangan Mudik Sulsel

BREAKING NEWS - Melintas Malam-malam Agar Lolos di Perbatasan, 4 Rombongan Pemudik Disuruh Balik

Melintas malam-malam di Maros supaya bisa selamat dari polisi, 4 rombongan pemudik disuruh balik ke rumah asalnya dan dilarang mudik.

Editor: Ansar
Humas Polres Maros
Melintas malam-malam di jalan poros Maros-Pangkep supaya bisa selamat dari polisi, 4 rombongan pemudik disuruh balik ke rumah asalnya dan dilarang mudik. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Melintas malam-malam di Maros supaya bisa selamat dari polisi, 4 rombongan pemudik disuruh balik ke rumah asalnya dan dilarang mudik.

Sebanyak 576 personel gabungan dilibatkan selama Operasi Ketupat tahun 2021 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Personel tersebut akan mencegat warga atau kendaraan yang akan mudik atau pulang kampung.

Kendaran yang melintas tak akan dibiarkan lolos begitu saja. Mereka harus mengikuti rangkaian pemeriksaan.

Operasi Ketupat dimulai pada Kamis 6 Mei 2021.

Operasi ditandai dengan gelar pasukan Operasi Terpusat Ketupat 2021 di halaman Mapolres Maros, Rabu (5/5/2021).

Apel gelar tersebut dipimpin Bupati Maros Chaidir Syam dan dihadiri oleh Forkopimda.

Saat hari pertama operasi, petugas mendapatkan warga yang bandel dan tidak taat aturan.

Masih ada warga yang nekat mudik meski perbatasan sudah dijaga ketat.

"Penyekatan kendaraan yang melintas di batas Maros-Pangkep, Maros-Bone sedang berlangsung," kata Kasat Lantas Polres Maros, AKP Mariana Tarik Rante.

Mariana telah melaporkan ke Kapolres Maros AKBP Musa Tampubolon bahwa, dalam pelaksanaan penyekatan kendaraan, personel juga menghimbau kepada masyarakat yang melintas untuk mematuhi Protokol kesehatan.

Hal itu harus dilakukan untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Kami juga ingatkan agar masyarakat selalu pemakai masker, mencuci tangan dengan sabun dari air yang mengalir dan menjaga jarak," kata dia.

Untuk hari pertama oprerasi, ada empat kendaraan yang nekat mudik.

Dua rombongan tujuan Kota Palopo, tujuan Kabupaten Sidrap dan Pomas masing- masing satu romongan.

"Ada empat kendaraan yang diarahkan untuk memutar balik," kata dia.

Ia menyampaikan dari empat mobil itu, tiga diantaranya Toyota Avanza dan satu Agya.

Avanza tersebut berpelat DD 1530 DK dan DD1530-UP tujuan Palopo.  

Avansa DD 2824 SH tujuan Sidrap dan Agya DD 1843 RP tujuan Polmas.

Para sopir kendaraan melintas di Maros saat malam hari, dengan harapan bisa lolos.

Namun personel masih bertugas dan menyekat kendaraan di jalanan.

"Situasi di pos penyekatan kendaraan, perbatasan Maros-Pangkep dan  Maros-Bone, sampai saat ini aman. Arus lalu lintas dalam keadaan lancar," kata dia.

Kapolres Maros AKBP Musa Tampubolon menjelaskan operasi ketupat mulai Kamis 6 Mei tahun 2021 hingga 17 Mei 2021.

Personel akan fokus pada pelarangan mudik lebaran bagi masyarakat.

"Ada empat posko pengamanan dan dua posko penyekatan serta 576 personil gabungan akan dilibatkan untuk pelaksaan Operasi Ketupat tahun 2021 ini," kata dia.

“Di lapangan kita melakukan tindakan preentif dan perefentif serta mengedepankan tindakan yang humanis dalam melakukan pelarangan mudik," ujar dia.

Jelang lebaran, Polres Maros gencar melaksanakan sosialisasi kepada pengendara dan melalui media sosial soal larangan mudik.

Polres Maros juga  mendirikan pos-pos penyekatan di perbatasan Kabupaten,.

Dua pos penyekatan didirikan Polres Maros, seperti di perbatasan Maros-Bone Kecamatan Mallwa.

Kedua, Pos Bontoa perbatasan Maros-Pangkep.

Serta empat pos pengamanan di Pos PAM Mandai (Grand Mal ),Pos  PTB, Bantimurung dan Bandara.

"Pos-pos penyekatan akan didirikan di dua tempat yakni di perbatasan Maros-Bone dan perbatasan Maros-Pangkep, serta 4 Pos pengamanan, " kata Kabag Ops Polres Maros Kompol Jasardi.

Penyekatan tersebut tidak hanya berlaku untuk pemudik dengan kendaraan pribadi.

Polres Maros juga tengah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dalam menindak pemudik yang menggunakan kendaraan umum.

"Kami terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan mudik,Jika kedapatan akan diarahakan untuk balik arah,” katanya.

“Bagi masyarakat yang memiliki kepentingan, misal warga KTP Pangkep bekerja di Kota Makassar masih bisa melintas," kata dia lagi.

Warga tersebut harus menunjukkan surat tugas dari tempatnya bekerja.

Begitu juga bagi mahasiswa, cukup memperlihatkan surat keterangan dari kampusnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved