Breaking News:

Tribun Sulsel

KPK Sudah Periksa 35 Saksi Dugaan Suap Infrastruktur yang Jerat Nurdin Abdullah

KPK Sudah Periksa 35 Saksi Dugaan Suap Infrastruktur yang Jerat Nurdin Abdullah

WA Ali Fikri
Jubir KPK Ali Fikri 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisi Pemberantasan Koruspi (KPK) terus mencari alat bukti dan keterlibatan para tersangka, kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) suap perizinan, dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

KPK pun memperpanjang masa tahanan Tersangka Nurdin Abdullah (NA) dan Tersangka Edy Rahman hingga 30 hari ke depan, sejak (27/4/2021) lalu.

Alasannya, perpanjangan ini masih diperlukan oleh Tim Penyidik untuk terus melakukan pengumpulan alat bukti. Diantaranya dengan memanggil saksi-saksi guna melengkapi berkas perkara dimaksud.

Teranyar, KPK mengagendakan pemanggilan empat saksi di kantor KPK Jl Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Nurhidayah (Pelajar atau Mahasiswa), Rudy Djamaluddin (Kepala Dinas PUTR Provinsi Sulawesi Selatan), Andi Sahwan Mulia Rahman (Pegawai Negeri Sipil) dan Salim AR (Kepala Inspektorat Provinsi Sulsel)," kata Ali Fikri, Kamis (29/4/2021).

Namun, hingga saat ini, hasil pemeriksaan keempatnya belum dirilis KPK.

Hasil riksa terakhir dikirimkan Jubir Ali Fikri pada, Kamis (29/4/2021) malam. Hasil pemeriksaan itu ditujukan kepada Nike Anugrahani Nur Inayah (wiraswasta), Akbar Nugraha (wiraswasta), Kendrik Wisan (wiraswasta), M Fathul Fauzy Nurdin (wiraswasta) dan Muhammad Irham Samad (wiraswasta).

"Nike Anugrahani Nur Inayah (Wiraswasta), yang bersangkutan di konfirmasi antara lain terkait dengan dugaan aliran sejumlah dana dari tersangka NA," kata Ali Fikri.

Akbar Nugraha dan Kendrik Wisan diduga mengetahui berbagai proyek yang dikerjakan Pemprov Sulsel atas rekomendasi Nurdin Abdullah.

"Akbar Nugraha (Wiraswasta/PT Banteng Laut Indonesia) dan Kendrik Wisan (Wiraswasta/Komisaris PT Nugraha Indonesia Timur) dikonfirmasi pengetahuan para saksi antara lain terkait dengan berbagai proyek yang di kerjakan di Pemprov Sulsel yang diduga atas rekomendasi tersangka NA melalui tersangka ER," ujar Ali Fikri.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved