Breaking News:

Tribun Wajo

Kasasi Gugatan Pailit Perusahaan Wakil Bupati Wajo Ditolak, Amran: Teman Saya yang Selesaikan

Kasus pailitnya perusahaan tambang Wakil Bupati Wajo, Amran, kembali menjadi perbincangan publik.

TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI MUHAMMAD IKHSAN WR
Wakil Bupati Wajo, Amran 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Kasus pailitnya perusahaan tambang Wakil Bupati Wajo, Amran, kembali menjadi perbincangan publik.

Pengadilan Niaga Surabaya menolak kasasi CV Kalimas Jaya Utama, perusahaan milik Amran, yang digugat pailit oleh dua perusahaan PT Intan Baruprana Finance Tbk dan PT Intraco Penta Prima Servis.

Dikonfirmasi, Amran tak menampik hal itu. Namun, dirinya enggan berkomentar banyak.

Itu berita lama," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (5/5/2021).

Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan itu digugat pailit pada Juni 2018 lalu. Amran dan perusahaannya sempat mengajukan kasasi, tapi ditolak pada September 2019.

Dirinya merasa kebingungan, mengapa hal lama itu kembali diungkit.

"Saya tidak tahu (kenapa diungkit)," katanya.

Diketahui, perusahaan milik orang nomor dua di Kabupaten Wajo saat itu, berposisi sebagai penjamin (personal guarantee) atas utang yang ditagihkan oleh PT Intan Baruprana Finance Tbk dan PT Intraco Penta Prima Servis.

Perkara utang piutang tersebut bergulir di Pengadilan Niaga Surabaya sejak 7 Juni 2018 lalu,  dengan nomor perkara 8/Pdt.Sus-Pailit/2018/PN Niaga SBY.

Dengan ditolaknya permohonan kasasi CV Kalimas Jaya Utama oleh Pengadilan Niaga Surabaya, Amran sebagai pemilik perusahaan harus membayar nilai tagihan dalam permohonan PT Intan Baruprana Finance Tbk sebesar Rp 32 miliar terkait penyewaan alat berat.

Sedangkan untuk PT Intraco Penta Prima Servis, CV Kalimas Jaya Utama harus mengembalikan uang senilai US$ 321.712, dan Rp 237 juta atas piutang pembiayaan suku cadang.

Sanksi pidana pun menanti Wakil Bupati Wajo, Amran jika tuntutan pembayaran piutang tersebut tidak mampu dikembalikan.

Sayangnya, Amran tak memberi jawaban rinci sekaitan penyelesaian masalah kepailitan perusahaannya.

"Teman saya yang selesaikan semuanya," katanya.

Amran memang sempat mengatakan, bahwa perkara itu sesungguhnya tidak melibatkan dirinya secara langsung. Sebab, perusahaan miliknya digunakan oleh rekannya. (*)

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved