Breaking News:

Pencarian Korban Lakalantas

Camat Messawa Sebut Mobil Terjun ke Sungai Mamasa Akibat Tak Ada Pembatas Jalan

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mamasa, Domina Mogot, mengatakan lokasi jatuhnya mobil pada tiga hari lalu merupakan status jalan Provinsi.

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/SEMUEL
Camat Messawa Nurmawati Harianja 

TRIBUNMAMASA.COM, MESSAWA - Kecelakaan yang terjadi di Kelurahan Messawa, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulbar, menjadi duka bagi keluarga tiga korban yang meninggal dunia.

Tak ada yang menyangka suka cita menyambut idul fitri itu akan berubah menjadi duka cita bagi keluarga Nur Indah Sari, Kaila dan Naila yang jadi korban meninggal dunia.

Kecelakaan sebuah mobil avanza berplat hitam dengan nomor polisi DD 1348 SC yang terjun ke sungai di Messawa pada Senin (4/5/2021) lalu, menjadi pelajaran menurut Camat Messawa.

Alasannya sebab di lokasi kejadian Kata Camat Messawa, Nurmawati Harianja, tidak dipasang pagar pembatas jalan.

Menurutnya, Poros Mamasa yang merupakan daerah aliran sungai, sebaiknya dipasang pembatas jalan.

Dengan begitu kata dia, kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Saya mohon instansi terkait agar kalau bisa dipasang pembatas jalan," kata Camat Messawa, Kamis (6/5/2021) malam tadi di hadapan Bupati Mamasa.

Merespon itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mamasa, Domina Mogot, mengatakan lokasi jatuhnya mobil pada tiga hari lalu merupakan status jalan Provinsi.

"Kalau statusnya provinsi, maka sumber anggarannya APBD Tingkat 1," katanya.

Untuk itu kata dia, menjadi kewenangan bagi Pemerintah Provinsi untuk memasang setiap pembatas dan rambu lalulintas.

Meski demikian, kata Domina lanjut, menjadi tanggungjawab pihak Dinas Perhubungan untuk mengusulkan ke pihak Provinsi ataupun Pemerintah Pusat.

Diketahui, sebelumnya sebuah minibus terjun ke sungai di Kelurahan Messawa, yang mengakibatkan tiga orang menjadi korban.

Adapun korban yang terseret arus sungai setelah kecelakaan, yakni Nur Indah Sari (30) warga Desa Mehalaan Barat Kecamatan Mehalaan, Kaila (12) dan Naila (1), warga Keppe, Kecamatan Mambi, anak dari Hasna salah satu penumpang yang selamat.

Ketiganya berhasil ditemukan sore tadi, setelah dilakukan pencarian oleh Tim Sar Gabungan.

Ketiganya telah dibawa ke kampungnya, diantar oleh keluarga masing-masing menggunakan ambulans.  

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved