Breaking News:

Tribun Palopo

Baznas Palopo Sosialiasi Cinta Zakat ke Guru

Muchtar mengatakan ada dua jenis zakat yang wajib dikeluarkan, yaitu zakat fitrah dan zakat maal.

TRIBUN TIMUR/ARWIN
Baznas Palopo Sosialiasi Cinta Zakat ke Guru-guru, Rabu (5/5/21) 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palopo menggelar sosialiasi cinta zakat di Ratona Ballroom, Rabu (5/5/21).

Dengan menghadirkan peserta dari kalangan guru mulai dari guru PAUD, SD dan SMP se-Kota Palopo.

Sosialiasi ini dimaksudkan untuk memaksimalkan zakat di tingkat ASN, 

Ketua Baznas Palopo Muchtar Basir mengatakan para guru yang memiliki tunjangan wajib mengeluarkan zakatnya jika telah mencapai nisabnya sesuai dengan jumlah pendapatan pertahun.

"Zakat itu merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan bagi tiap Muslim," katanya.

Muchtar mengatakan ada dua jenis zakat yang wajib dikeluarkan, yaitu zakat fitrah dan zakat maal.

Ia menyebutkan berdasarkan pencatatan Baznas Kota Palopo potensi zakat di Kota Palopo cukup besar baik itu zakat fitrah maupun zakat mal.

Sebagai informasi, tahun 2020, Baznas Palopo mengumpulkan zakat fitrah sebesar Rp2,3 miliar dan zakat maal ditambah infaq sebesar sedekah sebesar Rp2,3 miliar. Jadi totalnya Rp4,6 miliar.

Zakat maal merupakan zakat harta yang wajib dikeluarkan muzakki.

Perhitungan besaran zakat mal yaitu dengan mengalikan jumlah harta dengan 2,5 persen, jika harta telah memenuhi syarat nisab.

Nisab zakat adalah batasan antara apakah kekayaan itu wajib zakat atau tidak. Jika harta yang dimiliki seseorang telah mencapai nisab, maka kekayaan tersebut wajib zakat. Jika belum mencapai nisab, maka tidak wajib zakat.

Untuk nisab atau syarat jumlah minimum zakat maal adalah 85 gram jika harta dalam bentuk emas. Sementara apabila dalam bentuk harta lain, maka dihitung setara harga emas 85 gram dari nisab tersebut diambil 2,5 persen sebagai adar zakat maal.

Sebagai contoh untuk zakat kekayaan atau penghasilan nisab yang berlaku adalah 85 gram emas. Jika harga emas per gram saat ini adalah Rp 900.000, maka batas nisab adalah Rp 76.500.000.

Jika seorang muslim memiliki kekayaan minimal Rp 76.500.000 atau setara 85 gram emas dan sudah mengendap selama setahun (mencapai haul), maka wajib menunaikan zakat.

Besaran zakat artinya yang harus dibayar adalah 2,5 persen dikalikan dengan jumlah harta yang disimpan. Jika perhitungan zakat mal menggunakan penghasilan, maka hitungannya yakni jumlah penghasilan dalam satu tahun dikalikan dengan 2,5 persen.

Penulis: Arwin Ahmad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved