Breaking News:

Pelajar Tewas Kecelakaan

Pelajar di Toraja Tewas Tabrak Petepete, Kapolres Minta Guru Larang Siswanya Bawa Kendaraan

Kapolres Tana Toraja, AKBP Sarly Sollu meminta para orangtua tidak mengizinkan anak yang belum cukup umur untuk mengendarai motor. 

TRIBUN-TIMUR.COM/TOMMY
Kapolres Tana Toraja, AKBP Sarly Sollu, Rabu (28/4/2021) 

TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE--Kapolres Tana Toraja, AKBP Sarly Sollu meminta para orangtua tidak mengizinkan anak yang belum cukup umur untuk mengendarai motor. 

Peringatan itu terkait kecelakaan motor yang menewaskan salah satu siswa SMK Kristen Makale FR (15) pada Rabu (5/5/2021) pagi.

"Saya minta kepada orangtua siswa agar benar-benar mengawasi anaknya, tidak mengijinkan berkendara jika belum cukup umur atau belum memiliki SIM," jelas Kapolres. 

Selain orangtua, hal serupa disampaikan Kapolres kepada guru-guru sekolah.

"Demikian pula kepada guru-guru agar tidak mengizinkan siswanya membawa atau mengendarai sepeda motor yang belum cukup umur dan tidak memiliki SIM," sambung Kapolres. 

Pihaknya juga akan turun ke sekolah-sekolah melakukan sosialisasi.

Sosialisasi itu untuk menyampaikan larangan berkendara jika belum cukup umur dan tidak memiliki SIM. 

Untuk diketahui, FR tewas usai bertabrakan dengan Pete-pete di jalan poros Makale-Rembon. 

Tepatnya di depan toko Sentosa, Kelurahan Kamali Pentalluan, Kecamatan Makale, Tana Toraja

Waktu kejadian sekira pukul 11:00 Wita. 

Halaman
12
Penulis: Tommy Paseru
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved