Breaking News:

Tribun Mamuju

Mudik Antar Kabupaten di Sulbar Diperbolehkan, Berikut Penjelasan Ketua DPRD

Mudik lokal antar kabupaten di Sulawesi Barat (Sulbar) diperbolehkan.Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Sulbar, Hj Suraidah Suhardi.

Penulis: Nurhadi | Editor: Sudirman
Istimewa/DPRD Sulbar
Ketua DPRD Sulbar Hj Suraidah Suhardi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Mudik lokal antar kabupaten di Sulawesi Barat (Sulbar) diperbolehkan.

Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi, kepada tribun-timur.com, Rabu (5/5/2021).

"Kenapa saya sampaikan di story whatsapp itu setelah melakukan pembicaraan dengan gubernur dan Kapolda Sulbar usai apel di Mapolda, saya tanya Kapolda, gimana ini mudik antar kabupaten, pak Kapolda bilang oh iya boleh,"kata Suraidah via whatsapp.

Namun lanjut Suraidah, tetap menerapkan protokol kesehatan dan tidak terlalu ramai-ramai melakukan perjalanan.

"Jadi memang belum ada surat edaran secara resmi dari gubernur terkait pembolehan ini, karena baru melalui lisan dengan pak gubernur,"ujarnya.

Tapi menurutnya, akan ada rakor antara bupati dan gubernur membicarakan masalah mudik antara kabupaten di Sulbar.

"Jadi rakornya akan diagendakan setelah gubernur selesai melakukan kunjungan ke Kabupaten Pasangkayu,"ucapnya.

Jauh-jauh hari, pimpinan DPRD Sulbar merekomendasikan agar gubernur Sulbar mengeluarkan surat edaran tentang pembolehan mudik antar kabupaten.

Rekomendasi tertulis tersebut disampaikan DPRD Sulbar usai melakukan rapat dengan pihak Korem 142 Tatag dan Polda Sulbar.

Terpisah, Kapolda Sulbar Irjen Pol Eko Budi Sampurno mengatakan, masyarakat dalam satu provinsi tidak akan ada pembatasan.

"Karena kita tahu sendiri daerah Sulbar sudah zona hijau dan diyakinkan bahwa mereka tidak ada keluar dari Sulbar,"ujar Irjen Pol Eko Budi.

Eko Budi pun mengimbau, masyarakat yang hendak masuk atau keluar dari Sulbar untuk sementara menunda mudik.

"Diharapkan mudik ditunda dulu, karena hubungan dengan keluar bisa dilakukan melalui video conferensi, sekarang sudah mudah bisa lewat whatsapp dan zoom,"imbuhnya.

Dikatakan, kenapa mudik harus ditunda dulu karena pandemi Covid-19 di India, tidak menutup kemungkinan sedang masuk dibeberapa wilayah di Indonesia.

"Tingkat penyebarannya sangat cepat sekali, itulah yang dikhawatirkan berkembang di Indonesia,"tuturnya.(tribun-timur.com).

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved