Breaking News:

Larangan Mudik Lebaran

Masyarakat Diimbau Tidak Memaksa Mudik, Anggota DPR Muhammad Aras: Kita Tidak Ingin Tsunami Covid-19

Anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Aras meminta masyarakat patuhi aturan Larangan Mudik 2021 karena berpotensi membuat tsunami Covid-19.

dokumen Muhammad Aras
Anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Aras mengimbau masyarakat agar tidak memaksa untuk mudik 6 hingga 17 Mei 2021 nanti. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Aras mengimbau masyarakat agar tidak memaksa untuk mudik di rentang waktu 6 hingga 17 Mei 2021 nanti.

"Coba sedikit kita sempatkan untuk membaca atau melihat kejadian di India, Itu sangat miris sekali. Tentunya kita tidak ingin tsunami Covid-19 ini juga terjadi di Indonesia," kata ketua Partai Persatuan Pembangunan Sulawesi Selatan ini ke Tribun, Rabu (5/5/2021).

Muhammad Aras mengatakan, beberapa alasan pemerintah mengeluarkan aturan Larangan Mudik di lebaran 2021 diantaranya adalah masyarakat saat mudik akan berkerumun di sarana dan fasilitas transportasi.

"Itu pasti berkerumun, tanpa jarak, baik di kendaraan bus, kereta dan lainnya. Juga di terminal, stasiun, bandara dan pelabuhan.

Kebiasaan saat mudik ini akan memberikan peluang penyebaran Covid 19 yang lebih besar dan luas lagi" jelasnya.

Alasan selanjutnya adalah pemerintah khawatir dengan masyarakat mudik adalah adanya orang yang terinveksi membawa virus Covid-19 ini dari kota ke desa.

Baca juga: Ketua PPP Sulsel Muh Aras Tekad Jadikan Tilawah Ramadhan Kegiatan Rutin Tahunan

"Saat ini kan penyebaran terbesar di kota, nah ketika mereka mudik atau pulang ke daerahnya, orang-orang yang terinveksi dan tidak terdeteksi akan membawa virus dan menyebarkan ke orang-orang di desa. Termasuk keluarganya, orang tua, anak atau istri. Ini yang kita khawatirkan," kata Wakil Ketua Kadin Sulsel ini. 

Kemudian, kata Aras, saat ini pemerintah sudah banyak mengeluarkan biaya untuk vaksinasi di Indonesia.

Jangan sampai upaya yang dilakukan pemerintah dengan vaksinasi ini akan percuma dan gagal dikarenakan masyarakat memaksakan mudik.

"Kembali berkaca pada India, saat ini di India sudah kewalahan oksigen bahkan laju vaksinasi di sana terhambat hingga kekurangan stok vaksin," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah memutuskan untuk melakukan pelarangan mudik dari 6 hingga 17 Mei 2021.

"Kami imbau masyarakat patuh terhadap aturan ini. Agar kita terhindar dari tsunami Covid 19," pungkasnya. (*)

Baca juga: Jelang Muswil PPP, Muh Aras Bertemu Imam Fauzan di Rumah Amir Uskara

Editor: Muh Hasim Arfah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved