Breaking News:

Tribun Maros

BPN Maros Bayar 55 Bidang Tanah Rp 15 Miliar untuk Rel Kereta Api

Untuk lahan yang sudah dibayar sekitar 70 persen, sementara sisanya sementara dititip di Pengadilan Negeri (PN) Maros.

TRIBUN TIMUR/NURUL
Plt Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Maros, Dwi Puji Rahayu 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Maros kembali membayar ganti rugi lahan warga Maros untuk jalur rel kereta api (KA).

Pembayaran ganti rugi lahan tersebut dilakukan melalui Bank BRI Maros, Selasa (4/5/2021).

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 55 bidang tanah dibayarkan.

Terdapat 10 orang penerima ganti rugi lahan yang berasal dari 4 kecamatan.

10 orang tersebut berasal dari Kecamatan Mandai, Turikale, Bontoa dan Maros Baru.

Plt Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Maros, Dwi Puji Rahayu menjelaskan tanah yang dibayarkan untuk pembebasan lahan ini sekitar 55 bidang.

"Dari 55 bidang itu terdiri dari 15 bidang stasiun dan 40 di rel kereta," sebutnya 

Jumlah ganti rugi yang di bayarkan bervariasi, disesuaikan dengan luas tanah yang dimiliki.

"Ada yang paling besar nilainya itu sekitar Rp 5 Miliar dari total Rp 15 Miliar yang kita bayarkan hari ini," sebutnya.

Untuk lahan yang sudah dibayar sekitar 70 persen, sementara sisanya sementara dititip di Pengadilan Negeri (PN) Maros.

"Sudah dibayarkan untuk rel 70 persen dan stasiun sekitar 60 persen. Progresnya terus berjalan, mudah-mudahan sebelum akhir tahun sudah rampung karena selain dibayar disini juga ada di PN," jelasnya.

Sementara, luas bidang jalur rel kereta api di Maros sekitar 857 bidang dan stasiun depo dan lain-lain 290 bidang.

Puji Rahayu menambahkan jika permasalahan lambatnya proses ganti yang ada selama ini, dikarenakan adanya penolakan harga, dan juga karena sengketa antar keluarga yang masih dalam jaminan bank. 

"Mudah-mudahan ada persetujuan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) lagi yah, supaya ada lagi yang kita bayarkan sebelum lebaran," katanya.

Pembebasan lahan KA di Maros sendiri sudah berjalan selama dua tahun, sementara untuk lokasi pembangunan telah ditetapkan sejak 2017.

Penulis: Nurul Hidayah
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved