Breaking News:

Tribun Parepare

Besok Perbatasan Parepare Bakal Dijaga Ketat Petugas, Khusus Warga Ajatappareng Wajib Tunjukkan KTP

Besok Perbatasan Parepare Bakal Dijaga Ketat Petugas, Khusus Warga Ajatappareng Wajib Tunjukkan KTP

Humas Pemkot Parepare
Wali Kota Parepare, Taufan Pawe dalam rapat koordinasi perihal perpanjangan pemberlakuan pendisiplinan protokol kesehatan dan pelarangan mudik serta persiapan menjelang Hari Raya Idulfitri yang berlangsung di ruang kernya, Selasa (4/5/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Ratusan personel bakal disiagakan di tiga titik perbatasan Kota Parepare, Sulawesi Selatan saat aturan pelarangan mudik resmi diberlakukan pada Kamis (6/5/2021).

Tiga titik perbatasan tersebut adalah batas kota Parepare-Sidrap, Parepare-Pinrang, dan Parepare-Barru.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Parepare, Taufan Pawe dalam rapat koordinasi perihal perpanjangan pemberlakuan pendisiplinan protokol kesehatan dan pelarangan mudik serta persiapan menjelang Hari Raya Idulfitri yang berlangsung di ruang kerjanya, Selasa (4/5/2021).

Hadir dalam rakor yang digelar Satgas Penanganan Covid-19 Parepare, yakni Kapolres AKBP Welly Abdillah, Kajari Didi Haryono, Ketua DPRD Andi Nurhatina, dan sejumlah Kepala SKPD.

"Adanya pelarangan mudik yang tegas untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh kapolres dengan membuat pos penyekatan di tiga titik," katanya.

Tiga titik perbatasan itu akan dijaga ketat 140 aparat TNI/Polri, Satpol, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan. Petugas akan stand by selama 24 jam.

Kapolres Parepare AKBP Welly Abdillah menjelaskan penyekatan arus mudik algomerasi sebagai implementasi instruksi pemerintah pusat.

Bagi pengendara yang melintas, khususnya warga Barru, Pinrang, Sidrap, dan Enrekang wajib memperlihatkan identitas kependudukan. Jika tidak, pengendara tersebut siap-siap putar balik.

"Di setiap batas kota dipasangi spanduk yang bertuliskan warga Kabupaten Barru, Pinrang, Sidrap dan Enrekang (Ajatappareng) bisa melintas dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk," katanya.

Namun ada pengecualian untuk kategori tertentu yang dibolehkan untuk melintas.

Pengecualian tersebut berlaku untuk ibu hamil, orang yang bertujuan mengunjungi orang sakit, melayat, atau sedang melakukan perjalanan dinas dengan catatan memperlihatkan surat keterangan sebagai bukti otentik.

Selain atuan perlintasan, Satgas Covid-19 yang dipimpin Taufan Pawe juga menyepakati peniadaan takbir keliling dan larangan Salat Ied di lapangan besar.

Larangan ini untuk memastikan tidak terjadinya kerumunan.(*)

Penulis: Darullah
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved