Breaking News:

Mukjam Ramadan

ALFURQAN: Penyemangat Sebelum dan Sesudah Perang Badar

Perang Badar adalah klimaks dari kondisi sarat emosi dan menegangkan di periode transisi Hijrah, Mekkah - Madinah.

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Sakinah Sudin
Kolase Tribun Timur/ Thamzil Thahir
Ilustrasi. 

Di ayat 186 misalnya, umat Muhammad di Madinah, dikuatkan dengan mengabarkan kemuliaan Ramadan; perbanyak ibadah malam (i'tiqaf), bersedekah, membayar fidyah jika berhalangan sakit, atau bepergian.

Wahyu turun memberi jaminan Langit bahwa inilah bulan unjuk taqwa, momen meraih syukur, hidayah, dan irsyad.

Sesukar dan di kampung manapun kalian berada, "berPuasa Ramadan lah, karena Allah ingin kemudahan bukan kesukaran."

Dikabarkan lagi ke Muhammad, Inilah bulan diturunkanNYA Alquran (اُنزِل فيه القرأن) sebagai petunjuk (هدا للناس) sekaligus pembeda (الفرقان) dengan ibadah terdahulu, dan pembeda antara perkara haq dan batil.

Nah, menjelang Puasa Ramadan tahun pertama ini pulalah Alquran (Anfal; 41) memperkenalkan istilah "yaumal furqan" (يوم الفرقان) hari pembeda dan "yauma al taqal jamani" (يوم التقى الجمعان) hari berhadap-hadapannya dua pasukan.

Menukil Muqatil ibnu Hayyan, Ibn Katsir menafsirkan dua frasa "dua hari" itu, dengan momen Harb Badar, perang pertama umat Islam.

"Hari itu dinamakan "hari Furqan" karena hari itu Allah memenangkan kalimat iman dan mengalahkan kalimat kebatilan."

Perang Badar adalah klimaks dari kondisi sarat emosi dan menegangkan di periode transisi Hijrah, Mekkah - Madinah.

Sejatinya, agitasi dan provokasi Perang Badar sudah ada sejak Musim Semi, bulan ke-16, 17 dan hingga bulan ke 18 periode hijrah.

Namun perintah dan persiapan seriusnya justru datang saat kaum Muslim baru sahur dan berbuka puasa di pekan pertama Ramadan 624 M.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved