Breaking News:

Kapolsek Beji Depok

Trending Kapolsek Beji Depok Didesak Bongkar Otak Pembunuh Mahasiswa UI Akseyna Pasca 6 Tahun

Tagar Kapolsek Beji Depok menjadi Trending Topic karena belum mampu mengungkap kasus pembunuhan mahasiswa Universitas Indonesia hingga 6 tahun.

change.org
Kapolres Beji Depok menjadi trending topic di akun twitter, Selasa (4/5/2021). Hal itu lantaran kepolisian belum bisa menemukan pelaku pembunuhan mahasiswa Universitas Indonesia Akseyna atau Ace enam tahun lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Kapolsek Beji Depok menjadi Trending Topic di akun Twitter, Selasa (4/5/2021).

Hal itu lantaran kepolisian belum bisa menemukan pelaku pembunuhan mahasiswa Universitas Indonesia Akseyna atau akseyna ui enam tahun lalu.

Bahkan, beberapa warganet meminta untuk menandatangani petisi di Change.org.

“Mohon bantuannya pemerintahan petisi pada kasus ini Kapolsek Beji Depok: Lanjutkan Penyelidikan dan Segera Ungkap Pembunuh Akseyna Mahasiswa Universitas Indonesia! - Tandatangani Petisi! http: // chng.it/gr2tbhBm lewat @ChangeOrID.” Tulis warganet bernama @Rudib49 dikutip Tribun Timur, Selasa (4/5/2021).

Dalam website,Change.org sudah ada sekitar 19 ribu lebih yang menandatangani supaya polisi mengungkap kasus kematian akseyna ahad dori

Dalam informasi yang beredar, akseyna dibunuh di Kampus UI, Kamis (25/3/2015). 

Dalam Change.org, berikut kronologis kejadian pembunuhan Akseyna.

Kamis, 26 Maret 2015, sesosok jenazah ditemukan mengambang di Danau Kenanga Universitas Indonesia. Empat hari kemudian, yakni Senin, 30 Maret 2015, baru diketahui bahwa jenazah tersebut adalah anak/saudara kami: Akseyna Ahad Dori (Ace, 18 tahun), mahasiswa semester 3 Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Indonesia.

Berdasarkan penyelidikan dan gelar perkara, polisi menegaskan bahwa Akseyna dibunuh, terlihat dari beberapa bukti berikut:
1. Tubuh Akseyna dipenuhi luka di kepala dan badan.
2. Saat ditemukan, jenazah Akseyna menggendong ransel berisi batu bata seberat 14 kg.
3. Adanya ‘surat wasiat’ palsu yang oleh grafolog telah dibuktikan bahwa surat tersebut ditulis oleh dua orang yang berbeda.
4. Hasil otopsi menunjukkan adanya air dan pasir di paru-paru Akseyna, menunjukkan bahwa Akseyna dimasukkan ke danau dalam kondisi hidup/bernafas namun tidak sadarkan diri.
5. Adanya sobekan pada sepatu bagian tumit yang menunjukkan bahwa Akseyna diseret sebelum dimasukkan ke danau.

Sayangnya, hingga saat ini, 6 (enam) tahun setelah kasus terjadi, penyelidikan masih berlarut-larut dan polisi belum juga menentukan siapa pembunuh Akseyna.

Halaman
123
Editor: Muh Hasim Arfah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved