Breaking News:

Tribun Mamuju

Bupati Mamuju Tegaskan Tak Beri Izin ASN yang Ingin Keluar Daerah

Bupati Mamuju Sutinah Suhardi Tegaskan Tak Beri Izin ASN yang Ingin Keluar Daerah

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NURHADI
Bupati Mamuju Hj Sitti Sutinah Suhardi 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Pemerintah Pusat resmi meniadakan mudik lebaran 1442 hijriah tahun 2021 untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Semua moda transportasi mudik akan dilarang beroperasi mulai 6-17 Mei 2021.

Pelarangan mudik berdasarkan surat edaran pemerintah pusat nomor 13 Tahun 2021, tentang peniadaan mudik hari raya Idulfitri 1442 hijriyah dan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadan.

Menanggapi hal itu, Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi meminta jajaran Aparatur Sipil Negera (ASN) lingkup Pemkab Mamuju untuk menunda mudik lebaran.

Hal itu disampaikan Bupati saat dikonfirmasi usai melakukan pelantikan pejabat administrator dan pengawas di Rujab Sapota sebagai kantor sementara, Senin (3/5/2021).

“Berdasarkan Rakor kemarin dengan Presiden (Jokowi), bahwa pemerintah pusat melarang untuk melakukan mudik," katanya.

Karena itu, ia mengimbau kepada seluruh ASN Pemkab Mamuju tak meninggalkan Mamuju.

Menurutnya, seluruh ASN harus patuh terhadap aturan pemerintah.

"Kita harus memberikan contoh kepada masyarakat untuk tidak melakukan mudik demi menghindari penyebaran Covid-19 yang lebih besar," ujarnya.

Dia menegaskan tidak akan mengeluarkan izin bagi semua ASN yang ingin keluar daerah.

“Saya rasa kalau hari lebaran tidak ada kantor yang buka. Jadi saya tidak akan mengeluarkan surat izin untuk melakukan perjalanan keluar kota," tegasnya.

Untuk melakukan pengawasan akan diserahkan kepada kepala OPD masing-masing untuk melakukan evaluasi.

"ASN yang baik tentu akan senantiasa menaati aturan yang dikeluarkan pemerintah," tuturnya.

“Kita berdoa pandemi segera berakhir dan kita bisa berkumpul kembali bersama keluarga,” sambungnya.

Langkah pemerintah pusat meniadakan mudik, lanjutnya, sudah tepat karena tidak ingin seperti di India dilanda tsunami Covid-19 gelombang kedua.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved