Breaking News:

Tribun Luwu

Anak di Luwu Sudah 2 Kali Gugat Ibu Kandung Usai Jual Tanah, Tahun Lalu Kalah di Pengadilan

Fakta baru terkuak dalam perkara anak gugat ibu kandung yang sedang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Belopa.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
ist
Agustina Sattu (kedua kanan) di Pengadilan Negeri (PN) Belopa, Luwu, Sulsel, Rabu (28/4/2021) 

Namun seiring berjalannya waktu, kesepakatan dalam mediasi yang ditandangani dengan materai tersebut, lanjut Idwati Pasuba dilanggar oleh Agustina Pasuba.

Dia memilih membangun rumah tersebut dengan rencananya sendiri.

"Lalu dia giring opini bahwa kami tidak mau ikut membangun rumah, lalu dia bangun dengan rencananya sendiri dan melanggar kesepakatan mediasi," sebutnya.

Selanjutnya, Agustina Pasuba menyarankan kepada Idawati Pasuba agar masalah ini diselesaikan di pengadilan.

"Sebaiknya masalah ini diselesaikan di pengadilan, kamu duluan saya di belakang," ujar Idawati Pasuba menirukan Agustina Pasuba.

Atas dasar tersebut, Idawati Pasuba melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Belopa.

Idawati menegaskan tak pernah punya niat untuk menggugat ibunya.

Hanya saja, nama ibunya ikut dalam kuitansi sebagai yang bertanda tangan sehingga secara otomatis ibunya terseret.

Padahal kata dia, lawan sengketa sebenarnya adalah adiknya Agustina Pasuba.

"Keinginan saya cuma satu yaitu membatalkan hasil penjualan tanah tersebut, karena itu ilegal, tanah warisan dijual tanpa kesepakatan keluarga dan tidak ada surat-surat," ujarnya.

Ia menyampaikan klarifikasi ini, karena sebelumnya beredar pemberitaan yang mendiskreditkannya.

"Padahal fakta sebenarnya tidak seperti itu," paparnya.

Idawati juga memperlihatkan sebuah surat bukti kepemilikan tanah tertanggal 30 September 2009.

Dalam surat tersebut bertanda tangan pihak kesatu Agustina Sattu dan pihak kedua yakni Idawati Pasuba, Arni Pasuba, Martinus Pasuba, Jhony Pasuba, Agustina Pasuba, dan Yuliana Pasuba.

Ini diketahui Kepala Desa Lare-lare Sarifuddin.

Kini persoalan tersebut masih dalam proses mediasi oleh PN Belopa.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved