Breaking News:

Tribun Sulbar

Abhan Buka Puasa Bareng Anggota Bawaslu se-Sulbar

menghadapi Pemilu Serentak 2024 Bawaslu sudah menyiapkan segala sesuatunya dari segi aspek pengawasan partisipatif.

TRIBUN TIMUR/NURHADI
Ketua Bawaslu RI, Abhan, menyampaikan ceramah atau tadarus pengawasan jelang buka puasa bersama dengan seluruh komisioner bawaslu se Sulbar di Aula Hotel Grand Mutiara Mamuju. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Ketua Bawaslu RI, Abhan, melakukan kunjungan ke Sulawesi Barat (Sulbar) dalam rangka peningkatan pengawasan partisipatif menuju perhelatan Pemilu Serentak 2024.

Dalam kunjungannya, Abhan menyampaikan pidato pengawasan sekaligus buka puasa bersama dengan komisoner Bawaslu se-Sulbar di Aula Hotel Grand Mutiara, Mamuju, Senin (3/5/2021).

Abhan mengatakan, menghadapi Pemilu Serentak 2024 Bawaslu sudah menyiapkan segala sesuatunya dari segi aspek pengawasan partisipatif.

"Termasuk melakukan pengawasan dengan memanfaatkan teknologi informasi, mengingat saat ini sudah berada di era digitalisasi,"kata Abhan kepada tribun timur usai buka puasa bersama.

Menurut Abhan, Pemilu Serentak tahun 2024 memiliki banyak tantangan yang berbeda dengan pemilu sebelumnya.

Sebab, lanjut Abhan, pemilu 2024 pertama kali digelar secara bersamaan, Pilpres, Pileg dan Pilkada.

"Tapi secara umum saya kira pengalaman di 2020 menjadi ruangan koreksi pengawasan jika ada hal yang kurang dalam proses pengawasan menghadapi tahun 2024,"tuturnya.

Dikatakan, diantara yang terus menjadi perhatian adalah potensi money politik atau politik transaksional disetiap momentum pemilihan.

"Kemudian ujaran kebencian, hoax dan sebagainya,"ucapnya.

Olehnya, dari sekarang kata Abhan, pihak mulai gencar melakukan pendidikan politik dan literasi politik kepada publik.

"Saya kira ini kewajiban kita semua, termasuk partai politik,"katanya.

Ia menambahkan, para prinsipnya Bawaslu selalu siap memaksimalkan pengawasan untuk mewujudkan pemilu yang berdaulat.

"Soal metode atau konsep pengawasan dan sebagainya pada Pemilu 2024 tergantung bagaimana PKPU tahapan yang dikeluarkan oleh KPU RI, tapi saya kira tidak akan jauh dari apa yang dilakukan pada pemilu 2019 maupun 2020,"jelasnya.

Ia mencontohkan, pada Pilkada serentak tahun 2020 banyak model pengawasan yang sedikit berubah karena metode kampanye tatap muka tidak ada.

"Tentu media sosial akan menjadi bagian atau mungkin akan intens kami gunakan dalam proses pengawasan karena peserta pemilu juga akan menjadi media sosial sebagai media kampanye,"sambungnya.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved