Breaking News:

Tribun Makassar

Pemprov Siapkan Lahan 560 Hektar Bangun Kawasan Industri Maros

Menurut Plt Dirut Kima Muhammad Mahmud mengatakan, pembukaan tersebut lantaran Kawasan Industri Makassar

Humas Pemprov Sulsel
Plt Dirut Kima Muhammad Mahmud bersama Kepala Dinas Perindustrian Sulsel Ahmadi Akil usai bertemu dengan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Kantor Gubernur Sulsel Jl Urip Sumoharjo Makassar, Senin (3/5/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) bakal membuka kawasan industri baru di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Rencana tersebut terkuat usai Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bertemu dengan Plt Dirut Kawasan Industri Makassar (Kima) di Kantor Gubernur Sulsel Jl Urip Sumoharjo Makassar, Senin (3/5/2021).

Menurut Plt Dirut Kima Muhammad Mahmud mengatakan, pembukaan tersebut lantaran Kawasan Industri Makassar kini menyisakan 7 hektare lahan dari total luas 338 hektare.

"Pengembangan kawasan industri di Maros mendapat dukungan dari Pemprov Sulsel," katanya ditemui usai pertemuan Senin siang.

"Pak Plt Gub minta kita fokus pengembangan kawasan Industri di Maros. Pembukaan kawasan industri ini merupakan yang kedua dari Kima, yang sekarang lahannya tinggal 7 hektare siap jual," tambah Mahmud.

Mahmud menyebutkan, dipilihnya Maros sebagai kawasan industri baru lantaran letaknya yang strategis.

"Dari beberapa kajian kita itu memang yang paling siap secara geografis itu Maros dekat dengan bandara, dekat dengan pelabuhan dan ada jalur kereta api," ujarnya.

Rencana luas kawasan industri yang akan dibangun sekitar 560 hektare. Sementara nilai investasi Kima belum bisa memproyeksikan.

"Untuk nilai investasi belum bisa kami sebutkan, tapi intinya pengembangan kawasan industri baru di Kabupaten Maros akan dilakukan," ujarnya.

"Namun untuk saat ini kami masih mengkaji. Lokasinya sesuai arahan Pak Plt Gubernur di daerah pesisir. Agar truk tidak masuk ke dalam kota," katanya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian Sulsel Ahmadi Akil mengatakan, pembangunan kawasan industri baru membutuhjan akses jalan, ketersediaan gas, air dan listrik. 

"Kalau itu tidak ada, mana ada investor yang mau masuk. Makanya itu dulu yang harus jadi komitmen, antara pihak Kima bersama Pemprov Sulsel. Tadi sudah ketemu dan Plt Gub siap mensupport itu dan Kima juga," ujar Ahmadi.

Menurut Ahmadi pembangunan kawasan Industri baru di Maros sangat memungkinkan karena dari empat hal tersebut sangat mendukung terkecuali gas.

Namun Pemprov Sulsel bersama pemerintah daerah akan melakukan pengembangan pada 2022 mendatang.

"Jaringan pipa gas dari Wajo ke Barru itu ditanggung oleh Pemerintah Daerah, setelah sampai ke Barru lalu dilanjutkan ke Makassar itu rencana akan ditanggung Pemprov Sulsel. Pengembangan ini untuk mensupport kawasan industri di Makassar," ujarnya.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved