Breaking News:

Vaksin Covid

MUI: Meski Haram, Sinopahrm Boleh Digunakan

vaksin Covid-19 Sinopharm hukumnya haram, karena mengandung tripsin babi.

shutterstock
Vaksin Sinopharm 

TRIBUNTIMUR.COM - Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hasanuddin Abdul Fatah mengungkapkan vaksin Covid-19 Sinopharm hukumnya haram, karena mengandung tripsin babi.

Meski begitu, Hasanuddin mengatakan Sinopharm boleh digunakan karena dalam kondisi darurat.

"Memang ada kandungan tripsin dari babi, sehingga hukumnya haram. Namun demikian bisa digunakan karena dalam kondisi darurat," ujar Hasanuddin saat dikonfirmasi, Senin (3/5/2021).

Hasanuddin mengungkapkan, MUI telah mengeluarkan fatwa melalui sidang pleno yang digelar pada Sabtu (1/5).
Kondisi ini sama dengan vaksin Astrazeneca dari Inggris yang dinyatakan haram oleh MUI, namun boleh digunakan karena situasi darurat.

"Iya boleh digunakan karena dalam kondisi darurat. Sama dengan kasus AstraZeneca dari Inggris, dari Sinovac halal, kalau Sinopharm haram," tutur Hasanuddin.

Menurutnya, situasi ini diperbolehkan ketika vaksin yang halal belum mencukupi sehingga vaksin haram boleh digunakan.
Sementara, jika vaksin halal telah mencukupi, maka penggunaan vaksin haram tidak diperlukan lagi.

"Ya kalau halalnya mencukupi, tak perlu yang haram lagi itu. Ukuran pemerintah yang harus dijelaskan lagi fatwa lagi itu apakah benar mencukupi," tutur Hasanuddin.

"Jadi belum bisa kita katakan sekarang. Tapi memang iya ketentuannya ketika vaksin yang halal mencukupi sesuai target pemerintah, ya vaksin haram tak digunakan lagi. Tapi kalau masih kurang yang haram masih digunakan," ujar Hasanuddin.

Mengenai ukuran kecukupan, kata Hasanuddin, adalah domain pemerintah untuk menetapkan.

"Tergantung berapa jumlah yang halal tadi itu kan. Itu MUI enggak bisa memperkirakan harus ada keterangan pemerintah lagi nanti kan," kata Hasanuddin.

Sebanyak 500 ribu vaksin donasi dari pemberian Pemerintah Persatuan Emirat Arab tiba di Jakarta, Sabtu (1/5). Vaksin produksi Sinopharm, Tiongkok, tiba menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-891 di Bandara internasional Soekarno-Hatta.

Komite Penanganan Covid-19 Ekonomi Nasional, dalam keterangannya yang diterima Tribunnews.com menyebutkan, tawaran bantuan dari Putra Mahkota Persatuan Emirat Arab Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ) pertama kali disampaikan saat kunjungan Menlu RI Retno LP Marsudi dan Menteri BUMN RI Erick Thohir ke Abu Dhabi pada tanggal 21 Agustus 2020 lalu.

"Bantuan ini mencerminkan kedekatan hubungan bilateral Indonesia-Persatuan Emirat Arab, khususnya dalam 6 tahun terakhir ini," tulis keterangan tersebut.

Presiden Jokowi melalui pembicaraan via telepon Jumat (30/4) telah menyampaikan apresiasi kepada Putra Mahkota MBZ atas pengiriman bantuan setengah juta vaksin tersebut.

Nantinya, 500 ribu dosis vaksin yang baru tiba ini akan membantu mempercepat program vaksinasi yang telah dimulai sejak Januari 2021 di Indonesia. (*)

Editor: Muh. Irham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved