Breaking News:

Tribun Bone

Tambang Marmer di Bontocani Dikeluhkan Warga, Potensi Akibatkan Banjir Bandang

Keberadaan tambang marmer di Desa Bulu Sirua dan Bontojai, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) disoroti oleh warga.

ist
Kondisi pertambangan bukti marmer di Desa Bontojai dan Desa Bulusirua, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone 

TRIBUNBONE.COM, BONTOCANI - Keberadaan tambang marmer di Desa Bulu Sirua dan Bontojai, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) disoroti oleh warga.

Seorang warga, Andi Suryadi mengatakan, tambang marmer sejak tahun 2018 sudah tahap eksplorasi.

Namun, masyarakat kecewa kepada pihak perusahaan dan pemerintah tiba-tiba ada izin produksi tanpa konsultasi publik yang jelas.

"Kami menduga ini ilegal, karena kami pernah meminta surat dari DLH Provinsi dan kabupaten, mereka tak mengizinkan kami untuk memeriksa, apakah memang sudah sesuai prosedur atau tidak," katanya Minggu (2/4/2021).

Menurut dia, pihaknya telah mengkaji Perda RTRW Kabupaten Bone tahun 2013. Hasilnya, kata dia, tidak ada tambang marmer di Desa Bulu Sirua dan Bontojai.

"Tiba-tiba ada tambang marmer," ujarnya.

Parahnya lagi, pembebasan lahan yang dilakukan perusahaan tidak langsung ke masyarakat, tapi diduga transaksinya ke kepala desa.

"Ini informasi saat kami turun ke lapangan begitu," tambahnya.

Saat ini, kata dia, aktivitas tambang belum dimulai. Masih pembebasan lahan jalan. Pohon-pohon yang ada di hutan telah ditebang.

Mahasiswa Universitas Islam Makassar (UIM) ini mengkhawatirkan dampak ke depan jika aktivitas tambang marmer telah beroperasi.

Halaman
12
Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved