Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Video Viral

MASIH INGAT Dua Bule Prank Masker Bali? Ini Identitas Keduanya, Sudah Minta Maaf Tapi Nasibnya Gini

Josh membagikan video pengalaman mereka di Facebook bertajuk “Facebook Exclusive Pranks!!” pada 16 April 2021.

Tayang:
Editor: Ina Maharani
int
Leia Se atau Lisha0902, bule selebgram yang lakukan prank masker Bali 

TRIBUN-TIMUR.COM - Banyak yang geram dengan aksi dua orang bule di Bali.

Mereka menipu satpam seolah-olah pakai masker.

Belum lama ini, viral video bule yang mengelabui petugas keamanan Popular Deli Canggu yang seolah-olah memakai masker. 

Padahal, sang bule hanya melukis wajahnya menggunakan make up.

Aksi membuat video prank yang viral dan menjadi pergunjingan di media sosial itupun berujung pada pendeportasian.

Viral video bule yang mengelabui petugas keamanan Popular Deli Canggu yang seolah-olah memakai masker.
Viral video bule yang mengelabui petugas keamanan Popular Deli Canggu yang seolah-olah memakai masker. (Instagram/@niluhdjelantik)

Identitas Bule

Kedua bule tersebut adalah konten kreator dan selebram.

Sang wanita adalah seorang selebgram asal Rusia, Leia Se. 

Dari postingan akun instagramnya @Lisha0902 ia sering melakukan wisata di Asia.

Leia Se yang juga dipanggil Lisha ini sering mengunggah foto seksi di berbagai tempat termasuk Bali.

Saat ini followernya mencapai 26 ribu orang.

Sementara yang laki-laki adalah seorang content creator dan juga Youtuber Josh Paler Lin.

Ia adalah seorang pencipta konten asal Taiwan yang tinggal di Amerika Serikat.

Akun instagramnya, @joshpalerlin diikuti oleh 325 ribu orang.

Permintaan Maaf

Setelah video tersebut beredar, Joshua dan Leia Se meminta maaf melalui video. Joshua mengatakan yang ia lakukan berama Leia Se hanya untuk hiburan.

"Saya hanya mencoba untuk menghibur, karena saya sendiri adalah seorang konten kreator di mana pekerjaan saya adalah untuk menghibur orang," kata Joshua dikutip dari video permintaan maaf yang telah dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (27/4/2021).

Ia juga membantah tak menghormati aturan di Indonesia. Dia juga mengaku tak memiliki maksud untuk mengajak orang lain tidak memakai masker.

Melalui videonya, Joshua berjanji tak akan mengulangi perbuatan tersebut.

"Sekali lagi saya ingin meminta maaf atas hal yang telah saya perbuat tersebut," katanya.

Terkait videonya yang viral, kedua WNA ini mengaku siap menghadapi proses hukum yang berlaku di Indonesia.

Aksi Prank

Diberitakan sebelumnya, salah satu karyawan Popular Deli, I Komang Agung Wisnu W membenarkan perihal adanya bule yang melakukan video prank penggunaan masker.

"Iya memang benar kejadiannya di sini. Kejadiannya sudah lama ya, kurang lebih mungkin satu bulan atau dua bulan yang lalu. Kurang tahu juga soal itu (disengaja atau tidak) tapi ada masuk (kedua bule) dan bawa kamera itu saja kita tahunya. Tidak tahu selebihnya gimana," ungkapnya singkat.

Agung Wisnu menegaskan dari pihak manajemen sudah menerapkan standar protokol kesehatan di semua outlet mereka.

Termasuk di depan pintu masuk dipasangi himbauan berupa banner bertuliskan "No Mask, No Service".

"Iya kita terapkan no mask, no service. Dari manajemen pusat kalau ada orang tidak pakai masker kita tidak service atau layani dia," imbuhnya.

Dalam video viral di medsos itu memperlihatkan seorang petugas keamanan sebuah pasar swalayan di Bali yang menegur Lisha karena tak mengenakan masker.

"I'm sorry, did you forget your mask? (Maaf, apa kamu lupa maskermu?)" ujar satpam pasar swalayan itu pada teman perempuan Josh.

Keduanya pun tak bisa masuk ke supermarket itu.

Tak menyerah, Josh mengusulkan ide untuk mengelabui petugas dengan riasan wajah.

Ia membantu Lisha mengenakan make up menggunakan warna biru muda dan putih.

Riasan itu membuat wajah Lisha sekilas terlihat mengenakan masker pada umumnya.

“Apa kamu pikir ini bakal berhasil?” kata Lisha pada Josh dalam bahasa Inggris.

Mereka pun mencoba sekali lagi masuk ke pasar swalayan itu.

Kali ini, mereka berhasil masuk setelah melalui pemeriksaan suhu badan dengan termogun oleh petugas keamanan.

Josh dan Lisha menuturkan pengalaman mereka sambil menghadap ke kamera yang mereka bawa.

Mereka mengaku terkejut tidak ada orang yang menyadarinya.

“Apa kamu sadar tidak ada yang memerhatikanmu?” kata Josh

“Tentu saja. Karena (riasan) ini terlihat asli,” jawab Lisha.

Mereka pun berkeliling di supermarket itu untuk berbelanja.

Namun di akhir video seorang warga Bali menyadari bahwa Lisha tak benar-benar menggunakan masker.

Setelah pulang dari pasar swalayan itu, Josh membagikan video pengalaman mereka di Facebook bertajuk “Facebook Exclusive Pranks!!” pada 16 April 2021.

Video itu ramai menjadi pembicaraan setelah seorang warga Bali bernama Ni Luh Djelantik membagikan kembali video itu di Instagram.

Masyarakat mati-matian berjuang keluar dari badai pandemi. Dihajar kanan kiri depan belakang. Tak hanya nyawa. Ekonomi juga mati suri,” ujar Djelantik.

“Kedua manusia ini tidak punya empati. Malah menjadikan Covid-19 lelucon,” tambahnya.

Ni Luh Djelantik pun mendesak pihak Imigrasi untuk menindak tegas kedua bule itu

Saya meminta dengan hormat pihak @ditjen_imigrasi @imngurahrai menindak tegas kedua orang Ini. Jangan biarkan mereka menginjak-injak harga diri Bali,” tulis Djelantik.

Ia pun menyematkan tag pada dua bule itu yang memiliki akun Instagram @joshpalerlin dan @lisha0902.

Nasib dua bule prank masker di Bali

Sang bule bakal diusir dari Bali dan kini tengah menunggu proses deportasi.

"Waktu itu kami serahkan ke Satpol PP dan mereka sudah menyatakan mereka sudah melanggar Pergub No 10 Tahun 2021. Dengan sendirinya hal tersebut bisa kami jadikan dasar untuk melakukan pendeportasian kepada yang bersangkutan," ungkap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali (Kakanwil Kemenkumham Bali), Jamaruli Manihuruk, Jumat (30/4/2021) di Denpasar.

Pendeportasian ini sesuai dengan Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yang berbunyi: Pejabat Imigrasi berwenang melakukan tindakan administratif keimigrasian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan.

"Jadi rencananya ini akan dideportasi tapi kita lihat nanti kapan bisa berangkat karena menyangkut penerbangan ke negaranya. Kita harapkan secepat mungkin," imbuhnya.

Sambil menunggu proses deportasi, yang bersangkutan yakni Josh Paler Lin dan Lisha sementara waktu ditempatkan di ruang detensi imigrasi.

Jika tiket pesawat mereka sudah ada dan penerbangan ke negaranya ada akan langsung dideportasi pulang ke negaranya.

Jika proses tunggu pendeportasian mereka lebih dari 30 hari, maka akan dilakukan pemindahan dari ruang detensi ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim).

"Ke Rudenim itu kalau sudah lebih dari 30 hari atau kita perkirakan akan lama kita masukkan ke Rudenim (Rumah Detensi Imigrasi). Kalau cuma beberapa hari menunggunya cukup di ruang detensi imigrasi," jelas Jamaruli Manihuruk.

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved