Breaking News:

Refleksi Ramadan 1442

Ramadan Redam Permusuhan Filosofis, Puasa Pondasi Ikhlas dan CInta

Peningkatan aktivitas berjamaah selama Ramadan seperti buka puasa bersama dan ritual keagamaan lainnya pada gilirannya memperkuat lingkaran sosial

dok.tribun
Supratman Supa Atha'na, Dosen Sastra Asia Barat Fakultas Ilmu Budaya Unhas 

Oleh: Supratman Supa Athana
Dosen Sastra Asia Barat FIB Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Salah satu fungsi bulan suci Ramadan adalah menghentikan dan mengubah kebiasaan hidup masyarakat.

Puasa menghentikan makan makanan lezat di siang hari sekaligus untuk membuat masyarakat menjadi sabar dan tulus.

Fungsi sosial terpenting dari puasa adalah keikhlasan, yang merupakan dimensi praktis dari tauhid.

Hasil ketulusan dan tauhid dari dimensi sosial ini adalah untuk menemani mereka yang kekurangan dan kelaparan.

Di sinilah puasa menciptakan solidaritas sosial dan mengurangi jarak kelas antara orang kaya dan orang miskin.

Perbedaan (kelas) sosial memang tidak bisa hilang dalam masyarakat.

Sesuatu yang niscaya. Namun itu tidak seharusnya menjadi faktor dan pemicu terjadi pertentangan kelas.

Pada titik ini pula signifikansi puasa di bulan Ramadan di mana pelaksanaan puasa sejatinya menghalamgi orang dari keegoisan dan kesombongan yang kemudian memunculkan kekuatan empati yang memiliki efek yang sangat positif terutama dalam kondisi krisis pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Tercipta tolong menolong dalam kebaikan.

Pemberian bantuan kepada yang menderita, tak berdaya dan tertindas terus meningkat.

Halaman
123
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved