Breaking News:

Penanganan Covid

Kasus Covid-19 Mulai Naik di 10 Daerah hingga Jokowi Beri Peringatan, Wilayah Anda Mungkin Termasuk

Kasus Covid-19 mulai naik di 10 daerah hingga Jokowi beri peringatan ke kepala dearah, wilayah Anda mungkin termasuk

ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Presiden RI, Jokowi. Kasus Covid-19 mulai naik di 10 daerah hingga Jokowi beri peringatan ke kepala dearah, wilayah Anda mungkin termasuk 

TRIBUN-TIMUR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beri peringatan kepada kepala daerah untuk tetap meningkatkan kewaspadaan penyebaran Covid-19.

Kepala daerah diperintahkan untuk perhatikan secara seksama angka penyebaran Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

"Hati-hati sekecil apapun kasus aktif yang ada di provinsi, di kabupaten, di kota yang Bapak Ibu Pimpin, jangan kehilangan kewaspadaan ikuti angka-angkanya.

ILustrasi. Ruang perawatan bagi pasien covid-19. Merespon peningkatan kasus Covid-19, Siloam Hospitals Group menyiapkan 100 tempat tidur isolasi dan ICU Covid-19 di Siloam Hospitals Kelapa Dua, Tangerang dan Mampang, Jakarta Selatan.
ILustrasi. Ruang perawatan bagi pasien covid-19. M.Jokowi Minta Kepala Daerah Waspada, 10 Daerah Mulai Terjadi Kenaikan Kasus Covid-19, Ini Daftarnya (HO/IST)

Jokowi mengatakan beberapa daerah kini mulai mengalami peningkatan penyebaran Covid-19

"Hati-hati ada kenaikan, karena grafis dan kurva, harian itu selalu kita ikuti," katanya.

Jokowi mengatakan secara keseluruhan pengendalian Covid-19 di Indonesia mulai membaik.

Kasus harian Covid-19 saat ini berada pada angka 4 ribu samai 6 ribu kasus setelah pada Januari lalu sempat mencapai 15 ribu perhari.

Ilustrasi pasien Covid-19 - Tiga orang dari satu keluarga yang terdiri dari seorang ibu hamil, ayah, serta ibunya maninggal di Surabaya karena positif Covid-19 dan berstatus PDP.
Ilustrasi pasien Covid-19 - Jokowi Minta Kepala Daerah Waspada, 10 Daerah Mulai Terjadi Kenaikan Kasus Covid-19, Ini Daftarnya. (EPA-Efe/STR)

Tingkat keterisian tempat tidur perawatan Covid-19 di RS, saat berada di angka 25-56 persen, setelah pada Januari lalu sempat berada di atas 80 persen.

Oleh karena Presiden mengatakan penyebaran Covid-19 yang bisa dibilang terkendali ini jangan sampai rusak karena masyarakt masih nekad mudik pada Idul Fitri 2021.

"Jadi sekali lagi hati-hati dengan mudik lebaran, hati-hati, cek, kendalikan," katanya.

Halaman
123
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved