Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Habis Salat Magrib, Kepala Budi Dibacok di Desa Tarengge Luwu Timur

Kapolsek Wotu AKP Arifin mengatakan tindakan pemukulan dan berujung pembacokan diduga karena  dendam.

TRIBUN TIMUR/IVAN ISMAR
Muhammad Budi Cahyono, warga Dusun Wanga, Desa Tadulaku, Kecamatan Tomoni, Luwu Timur, menjadi korban pembacokan, Jumat (30/4/2021). 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Muhammad Budi Cahyono, warga Dusun Wanga, Desa Tadulaku, Kecamatan Tomoni, Luwu Timur, menjadi korban pembacokan, Jumat (30/4/2021).

Dia diparangi di Desa Tarengge, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), 

Lokasi pemukulan dan pembacokan itu terjadi di Jl Trans Sulawesi.

Atas insiden tersebut, korban mengalami luka bacok pada bagian kepala ebelah kanan.

Pelaku berinisial PY, pelaku warga Desa Tarengge.

Kapolsek Wotu AKP Arifin mengatakan tindakan pemukulan dan berujung pembacokan diduga karena  dendam.

Arifin menceritakan, korban pulang dari Pesantren Uswatun Hasanah Pepuro Wotu setelah salat Magrib di pesantren tersebut.

Di perjalanan, korban dihadang pelaku, sempat terjadi cekcok.

Korban kemudian dipukul, korban sempat melawan hingga akhirnya dibacok oleh pelaku yang ditemani seorang rekannya.

"Setelah dipisahkan warga, pelaku bilang ini'mi (korban) yang sering lempari anak Tarengge kalau lewat di Talikawa,"

"Itu menurut pelaku sampai akhirnya membacok korban," kata Arifin.

Pelaku sementara dalam pengejaran anggota Polsek Wotu dan babinsa TNI.

"Pelaku sudah diketahui, sementara dicari," kata Arifin.

Orang tua korban, Sugito, melapor ke polisi terkait insiden yang dialami putranya tersebut.

Beruntung luka bacokan tidak dalam. 

"Ini saya memasukkan laporan ke Polsek Wotu atas apa yang di alami anak saya ini," kata Sugito.

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved