Breaking News:

Imam Masjid Ditikam

5 Fakta Imam Masjid di Barombong Makassar Ditikam Tetangga, Anak Diparangi

Akibat penyerangan oleh tetangganya berinsial DT, Barakka mengalami luka tikaman di dada dekat perut dan tangan.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
Screenshot
Imam Masjid di Kelurahan Timbuseng, Kecamatan Barombong, Kota Makassar, ditikam tetangganya sendiri, Jumat (3042021) pagi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Imam masjid Barakka Dg Bunga (60) dan anaknya Syamsuri (40) ditikam dan diparangi tetangga di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Jumat (30/4/2021) pagi.

Kejadian itu membuat geger warga setempat.

Pasalnya, Barakka dan Saymsuri tengah memasang pondasi di teras rumah, tiba-tiba didatangi pelaku yang membawa badik dan parang.

Akibat penyerangan oleh tetangganya berinsial DT, Barakka mengalami luka tikaman di dada dekat perut dan tangan.

Sementara, Syamsuri mengalmi luka sabetan parang di punggung.

Keduanya pun dilarikan ke Puskesmas Barombong untuk mendapatkan perawatan.

Seperti apa cerita lengkap insiden berdarah itu.

Berikut Fakta-faktanya:

1. Korban penikaman merupakan imam masjid.

Barakka Dg Bunga (60) ditikam tetangganya sendiri DT, di halaman rumahnya, Jl Andi Patturungi, Kampung Timbuseng, Kecamatan Tamalate, Makassar, Jumat (30/4/2021) pagi.

Insiden penikaman itu terjadi saat Barakka membantu anaknya Syamsuri, memasang pondasi teras.

Sebelum ditikam, Barakka dan terduga pelaku DT sempat cekcok.

Sang anak, Syamsuri, yang mendapati ayahnya ditikam, pun berusaha melerai.

Namun, ia justru ikut diparangi pelaku.

2. Dirawat di Puskesmas Barombong.

Akibat luka tikaman yang diderita di bagian dada dan tangan, Barakka pun dilarikan ke Puskesmas Barombong.

Begitu juga dengan anaknya Syamsuri, yang mengalami luka sabetan senjata tajam di punggung.

Lebih kurang dua jam menjalani perawatan, keduanya pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Tamalate.

3. Kronologi penikaman.

Kronologi penikaman Imam masjid Barakka Dg Bunga (60) dan pematangan terhadap anaknya Syamsuri (40) di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Jumat (30/4/2021) pagi.

Saat itu, sang imam Barakka Dg Bunga (60) sedang membantu anaknya Syamsuri membangun pondosi di depan rumah.

Pondasi untuk teras rumah Barakka dan anaknya.

Saat sedang bekarja, tiba-tiba, muncul DT tetangga sekaligus terduga pelaku.

DT yang tinggal tepat di belakang rumah Barakka, menghampiri sambil membawa badik dan parang yang diselipkan di kedua pinggangnya.

Dari pengakuan Santi (24) istri Syamsuri, DT menghampiri sambil memprotes pembangunan pondasi itu.

Alasannya, pondasi itu dianggap akan menghalangi atau mengganggu akses jalan DT ke rumahnya.

DT dan Barakka pun terlibat adu mulut, hingga berujung penikaman.

"Sempatji cekcok sama bapak (Barakka), sebelum menikam. Karena nakira itu pondasi rumah natutupi jalannya ke belakang," kata Santi ditemui di pelataran Mapolsek Tamalate.

Melihat ayahnya ditikam, Syamsuri pun menghampiri pelaku dan berusaha menyelamatkan Barakka.

Namun nahas, Syamsuri ikut ditebas oleh terduga pelaku DT.

"Suamiku kena parang di punggungnya delapan jahitan, bapak (Barakka) ditikam di perut sama tangannya," ujar Santi.

Usai melancarkan aksinya kata Santi, DT langsung kabur.

4. Motif Penikaman.

Motif Penikaman terhadap imam masjid Barakka, diduga dilatar belakangi kesalahpahaman.

Pasalnya, pondasi yang dibangun Barakka dan anaknya Syamsuri dianggap menghalangi akses jalan ke rumah DT.

Posisi rumah DT tepat berada di belakang rumah Barakka.

"Jadi ini si korban (imam masjid) pasang pondasi di teras rumahnya, kebetulan ini orang tua pelaku tinggal di belakang. Jadi misskomunikasi sebenarnya karena dia (pelaku) menganggap jalannya akan ditutupi," kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Sugiman.

5. Polisi kejar pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Tamalate Iptu Sugiman mengatakan telah mendatangi lokasi kejadian dan memburu pelaku.

"Tadi kita sudah mendatangi TKP, tapi pelaku yang juga tetangga korban, sudah melarikan diri," ujar Iptu Sugiman.

Pihaknya pun mengaku masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Jadi sementara masih dalam lidik pengejaran," ujar Iptu Sugiman.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved